Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 10 Juni 2026 | 15:42 WIB
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green di wilayah Jabodetabek pada Selasa malam, 9 Juni 2026.
  • Kenaikan harga BBM ini memicu beban biaya operasional harian yang cukup berat bagi para pengemudi ojek online.
  • Para pengemudi ojol mendesak pemerintah meninjau kembali tarif layanan agar pendapatan bersih mereka tidak tergerus oleh kenaikan harga.

Suara.com - PT Pertamina (Persero) secara mengejutkan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green pada Selasa (9/6/2026) malam.

Kenaikan yang tergolong tiba-tiba ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat umum hingga pengemudi ojek online (ojol) yang menggantungkan hidupnya di jalanan ibu kota.

Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, atau naik sebesar Rp3.950.

Sementara itu, Pertamax Green kini dibanderol Rp17.000 dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.

Pihak Pertamina berdalih kenaikan ini merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah dan evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Namun, bagi para pejuang aspal, angka tersebut adalah beban berat yang harus dipikul seketika.

Dilema Mesin Awet atau Kantong Jebol

Beni, seorang pengemudi ojol yang sudah lima tahun melintasi jalanan Jakarta, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter tersebut. Selama ini, ia memilih Pertamax demi menjaga performa motor barunya.

"Kaget sih apalagi tadi pagi ya kan beritanya, saya lihat berita Pertamax naik, trus driver yang lain juga rame kan ngomongin bensin naik," ujar Beni saat ditemui Suara.com di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

baca juga

Beni menjelaskan bahwa dampak kenaikan ini langsung memangkas pendapatan bersih yang bisa ia bawa pulang untuk keluarga.

Dalam sehari, ia biasa mengisi bensin satu hingga dua kali dengan nominal Rp50 ribu sampai Rp60 ribu.

"Pengeluaran buat bensin jadi lebih banyak, terus pendapatan dari narik juga belum tentu ikut naik, kadang di aplikasi jumlahnya berapa tapi yang masuk ke driver kan gak segitu. Jadi pendapatan kita yang dibawa pulang otomatis berkurang," keluhnya.

Pertamina membantah informasi beredar yang menyebut harga Pertamax akan mencapai nyaris Rp18.000 pada 1 April 2026. [Antara]
Harga Pertamax naik. [Antara]

Meski berat, Beni masih bimbang untuk beralih ke Pertalite.

"Belum tau nih, soalnya kan ini motor belum lama juga ya biar awet juga mesin kalau pake Pertamax. Tapi kalau pertamax naik segini terus terusan sih bisa mikir buat ke Pertalite kali saya," kata dia.

Harapan Penyesuaian Tarif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM Langka Usai Kenaikan Harga, SPBU Vivo Hentikan Operasional

BBM Langka Usai Kenaikan Harga, SPBU Vivo Hentikan Operasional

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:34 WIB

Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal

Ekonom Sayangkan Harga BBM Naik Terlalu Tinggi, Padahal Pemerintah Bisa Cegah Sejak Awal

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:19 WIB

Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk

Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:18 WIB

Pertamax Rp16.250 per Liter, Hindari 5 Kebiasaan yang Bikin Motor Boros Bensin

Pertamax Rp16.250 per Liter, Hindari 5 Kebiasaan yang Bikin Motor Boros Bensin

Otomotif | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×