- Polisi memburu lima pelaku pengeroyokan berujung maut terhadap Dico Milandika di Weston Billiard, Jakarta Barat, pada Mei 2026.
- Tiga dari delapan pelaku pengeroyokan telah diamankan polisi, sementara pelaku utama yang mendorong korban masih buron.
- Korban meninggal dunia setelah dikeroyok dan dilempar dari lantai dua saat mencoba melerai pertengkaran di lokasi tersebut.
Suara.com - Polisi masih memburu lima pelaku pengeroyokan berujung maut di tempat bermain biliar Weston, Grogol, Jakarta Barat.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, mengatakan salah satu pelaku yang masih diburu adalah pelaku utama yang diduga mendorong korban dari lantai dua.
Meski masih buron, Alex mengaku pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku. Total ada delapan pelaku yang terlibat dalam perkara ini.
"Tiga pelaku yang sudah kita amankan ini merupakan pelaku pengeroyokan yang memukul korban. Tapi mereka bukan pelaku yang mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua. Saat ini kami masih mencari pelaku (utama) tersebut," kata Alex kepada wartawan di kantornya, Kamis (11/6/2026).
Alex meminta para pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri kepada petugas. Mengingat, saat ini identitas mereka telah dikantongi penyidik.
"Kami membuka kesempatan bagi para pelaku untuk menyerahkan diri, sama seperti satu pelaku sebelumnya yang sudah kooperatif diserahkan oleh pihak keluarganya," tandas Alex.
![Polisi mengungkap motif di balik kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda di tempat biliar Weston, Grogol, Jakarta Barat. [Suara.com/Ai]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/41378-kasus-pengeroyokan-di-biliar-weston.jpg)
Diberitakan sebelumnya, Dico Milandika (29) meninggal dunia akibat aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang saat berada di Weston Billiard, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Korban sempat menjalani perawatan dalam kondisi kritis selama beberapa hari sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Kakak Dico, Mita, mengisahkan peristiwa nahas yang menimpa adiknya terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Saat itu korban sedang bermain biliar bersama kekasihnya.
Di lokasi kejadian, pacar korban terlibat cekcok dengan salah seorang pengunjung perempuan. Melihat hal tersebut, Dico berupaya melerai.
Namun nasib berkata lain. Saat berusaha melerai pertengkaran, Dico justru dikeroyok oleh sejumlah pria yang berada di lokasi.
"Dia tuh misahin, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," kata Mita saat dihubungi wartawan, Jumat (15/5/2026).
Mita juga menuturkan adiknya sempat dilempar dari lantai dua. Setelah itu, korban kembali dipukuli oleh para pelaku.
"Digebukin di atas terus didorong dari lantai dua. Jatuh ke bawah masih diinjek-injek juga," ucapnya.