- Presiden Prabowo menginstruksikan Mendikdasmen membentuk tim untuk menyesuaikan buku ajar dengan perkembangan teknologi dan zaman terkini.
- Pemerintah merevitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026 yang diprediksi mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja lokal.
- Pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru melalui kenaikan tunjangan serta memberikan beasiswa pendidikan bagi 150.000 tenaga pendidik pada 2026.
“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” kata Abdul Mu’ti.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan mekanisme baru dalam penyaluran tunjangan tersebut yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan.
Menurut Abdul Mu’ti, hal ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola yang lebih sederhana dan efektif.
“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ujar Abdul Mu’ti.
Di samping peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga berkomitmen memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa bagi guru. Abdul Mu’ti menuturkan program tersebut juga dijalankan melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” kata Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menuturkan bahwa program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 dengan alokasi untuk 150.000 guru dengan nominal beasiswa yang tetap sama.
“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” ujarnya.