Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:32 WIB
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
Potret Rumput Laut spinosum (Eucheuma denticulatum) sebagai bahan dasar dalam pembuatan bioplastik (Dok.pribadi/KONEKSI)

Suara.com - Sampah plastik masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang paling sulit diselesaikan di Indonesia. Setiap hari, jutaan produk plastik digunakan hanya dalam waktu singkat, tetapi bertahan di lingkungan selama puluhan hingga ratusan tahun.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan setiap penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 0,85 kilogram sampah per hari dan sekitar 17 persen di antaranya berupa sampah plastik.

Selama ini, solusi terhadap persoalan tersebut banyak berfokus pada perubahan perilaku konsumsi, peningkatan daur ulang, atau pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Namun, pendekatan lain mulai berkembang: mengganti bahan dasarnya.

Salah satu yang kini mendapat perhatian adalah rumput laut.

Melalui proyek riset EcoSea: Turning Seaweed into Food Packaging Bioplastics and Value-Added Byproducts for a Greener Indonesia, peneliti dari Indonesia dan Australia mencoba mengembangkan bioplastik berbasis rumput laut sebagai alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Riset yang dipresentasikan dalam forum Connect! #12: Advancing Sustainable Blue Economy Innovation for Resilient and Inclusive Growth ini melibatkan PT Bahari Agro Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Central Queensland University, dan University of the Sunshine Coast.

Bahan yang digunakan adalah rumput laut jenis spinosum (Eucheuma denticulatum)—komoditas yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan industri pangan dan ekspor.

Di balik pilihan tersebut, ada pertimbangan yang lebih besar dari sekadar mengganti plastik. Rumput laut tumbuh tanpa membutuhkan lahan darat tambahan, tidak memerlukan pupuk kimia dalam skala besar, dan Indonesia memiliki salah satu potensi produksi rumput laut terbesar di dunia.

Artinya, jika berhasil dikembangkan, bahan ini berpotensi menjadi bagian dari transisi menuju ekonomi biru, model pembangunan yang memanfaatkan sumber daya laut sambil menjaga keberlanjutannya.

Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Raden Arthur Ario Lelono, menyebut pendekatan ini sebagai upaya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan tidak selalu harus saling bertentangan.

Namun membuat bioplastik tidak sesederhana mengganti bahan baku.

Peneliti utama PT Bahari Agro Indonesia, Maya Puspita, menjelaskan tantangan berikutnya adalah memastikan material tersebut dapat diproduksi secara efisien, memiliki kualitas yang memenuhi kebutuhan industri, dan tetap ekonomis untuk digunakan secara luas.

Karena itu, tim riset menerapkan prinsip zero waste.

Tidak hanya bagian utama rumput laut yang digunakan, tetapi juga biomassa sisa pengolahan dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan kualitas material bioplastik dan menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah.

Pendekatan ini sekaligus mencoba menjawab kritik terhadap sebagian produk ramah lingkungan yang terkadang hanya memindahkan limbah dari satu bentuk ke bentuk lain.

Penelitian juga menyoroti pentingnya memperkuat rantai pasok dari hulu—termasuk edukasi petani dan perbaikan proses pascapanen, agar kualitas bahan baku sesuai kebutuhan industri.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah

Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:37 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?

Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:35 WIB

Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?

Sampah Plastik Dibakar untuk Memasak: Solusi Murah atau Ancaman Diam-Diam?

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:25 WIB

Terkini

Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer

Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:31 WIB

Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini

Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:23 WIB

WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah

WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:18 WIB

Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI

Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:11 WIB

Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor

Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:57 WIB

Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini

Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:42 WIB

Sempat Absen Karena Naik Haji, Bos Maktour Bakal Diperiksa KPK Terkait Kasus Haji Pekan Depan

Sempat Absen Karena Naik Haji, Bos Maktour Bakal Diperiksa KPK Terkait Kasus Haji Pekan Depan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:41 WIB

Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara

Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:21 WIB

Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh

Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:46 WIB

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

Gembong Narkoba El Chapo Merengek Minta Pulang ke Meksiko, Mau Nonton Piala Dunia?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:21 WIB