Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
Haris Rusly Moti, eksponen gerakan reformasi 1998 sekaligus Pemrakarsa 98 Resolution Network. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Haris Rusly Moti mengkritik gerakan sosial saat ini yang dianggap menyebarkan narasi negatif serta pesimisme anti-kemandirian nasional.
  • Haris membandingkan kondisi tersebut dengan semangat Bung Karno dan Bung Hatta dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa di masa kolonial.
  • Ia menilai pemerintah Presiden Prabowo Subianto telah mengedepankan kebijakan ekonomi mandiri sebagai respons terhadap kritik yang kehilangan substansi intelektual.

Langkah ini, menurut Haris, bukan sekadar retorika atau "omon-omon", melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret untuk membangun ekonomi nasional yang berdikari.

“Saat para pengkritik menuntut pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo justru duluan melangkah lebih mendasar, yaitu memberantas kebocoran penerimaan negara, under invoicing dan transfer pricing. Sebelumnya KPK hanya menyentuh korupsi belanja negara yang nilainya kecil”, ucap Haris.

Kritik yang Kehilangan Substansi Intelektual

Haris menyayangkan sikap para pengkritik pemerintah, yang dinilainya mulai kehilangan arah dan substansi.

Ia menduga,  serangan-serangan yang bersifat personal terhadap Presiden merupakan bentuk frustasi karena ketidakmampuan mereka dalam menyusun anti-tesis kebijakan yang lebih baik.

“Tampaknya, mereka tak punya kapasitas intelektual membuat antitesis pandangan serta kebijakan Presiden Prabowo. Makanya yang dilakukan adalah mencari-cari masalah dengan mengintrik serta menghina pribadi presiden," kata Haris.

Lebih jauh, Haris mensinyalir adanya upaya memancing respons represif dari pemerintah melalui hinaan pribadi tersebut.

Tujuannya adalah untuk menciptakan stigma bahwa pemerintah saat ini bersifat otoriter dan anti-demokrasi.

“Mereka berharap intrik dan hinaan terhadap presiden direspons secara represif. Dengandemikian, mereka menemukan alasan lanjutan untuk memframing bahwa rezim ini otoritarian anti demokrasi."

baca juga

Tradisi Gerakan Sosial dan Bahaya Neoliberalisme

Dalam sejarahnya, gerakan sosial selalu menawarkan alternatif terhadap situasi yang dianggap menyimpang.

Haris mencontohkan bagaimana gerakan Orde Baru fokus pada demokrasi sebagai anti-tesis otoritarianisme, atau gerakan awal reformasi yang melawan privatisasi BUMN dan pencabutan subsidi rakyat akibat kebijakan neoliberalisme.

Namun, Haris melihat ada keanehan pada gerakan saat ini. Ia menilai kelompok pengkritik justru mengadopsi pola pikir neoliberal yang menganggap bantuan atau alokasi APBN untuk rakyat sebagai sebuah kesalahan.

“Ini memprihatinkan, karena gerakan kelompok mahasiswa dan para pengkritik justru anti terhadap kebijakan pro-rakyat. Pandangan mereka justru mengadopsi pandangan kaum neoliberal, yang menganggap alokasi APBN untuk rakyat sebagai pemborosan dan bakar anggaran”, jelas Haris.

Haris menyoroti penolakan terhadap program-program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan kampung nelayan, hingga sekolah rakyat.

Ia menganggap penolakan terhadap program-program tersebut adalah anomali paling ekstrim dalam sejarah gerakan sosial di Indonesia.

“Menurut saya, gerakan sosial yang anti alokasi APBN untuk rakyat, menolak MBG, kampung neyalan, sekolah rakyat, adalah anomali paling ekstrem dalam tradisi gerakan sosial. Saya yakin gerakan seperti ini tak mendapat simpati dan dukungan rakyat," kata Haris.

Mengenai potensi korupsi dalam program-program bantuan sosial, Haris menegaskan yang harus diperbaiki adalah sistem pengawasan dan penindakan terhadap oknum pengkhianat negara, bukan dengan menghentikan program yang bermanfaat bagi rakyat banyak.

“Bahkan sejumlah program bantuan sosial pemerintah yang sudah berlangsung lama saja masih saja dikorupsi. Apalagi program MBG yang baru dirintis dan merupakan pengalaman pertama negara kita mengelola makan bergizi gratis untuk pelajar”, ujar Haris.

Sebagai penutup, Haris memberikan tantangan terbuka kepada para aktivis dan pengkritik untuk kembali ke jalur intelektual dengan menawarkan konstruksi pandangan yang nyata sebagai pembanding kebijakan pemerintah.

“Saya tidak yakin mereka tidak punya kapasitas intelektual untuk meng-anti tesis pandangan dan kebijakan Presiden Prabowo”, kata Haris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:33 WIB

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:20 WIB

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:01 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

×