Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Vania Rossa

Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, dalam pameran Weaving Wonders: Dari Benang Tenun dan Lahan Semai Menuju Kekuatan Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pemberdayaan Perempuan di Nusa Tenggara Timur. (Suara.com/Vania)
  • Pameran Weaving Wonders di Jakarta pada 13–27 Juni 2026 menyoroti peran strategis perempuan dalam membangun ekonomi restoratif di NTT.
  • Kementerian PPPA mendorong program Kebun Pangan Perempuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi serta posisi perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga.
  • Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengatasi tantangan kemiskinan dan stunting melalui pemberdayaan ekonomi perempuan di Nusa Tenggara Timur.

Program ini menggabungkan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pelestarian lingkungan melalui pendekatan pertanian berkelanjutan atau permakultur.

Veronica menjelaskan, program tersebut lahir dari berbagai diskusi bersama organisasi masyarakat sipil dan kelompok perempuan di daerah. Tujuannya bukan hanya meningkatkan produksi pangan keluarga, tetapi juga membangun posisi perempuan sebagai pengambil keputusan di tingkat rumah tangga dan komunitas.

"Kebun Pangan Perempuan menjadi pintu masuk strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan posisi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Ini bukan sekadar program kebun, melainkan strategi penguatan perempuan dan keluarga dari desa. Ketika perempuan berdaya, ekonomi lokal tumbuh, pendapatan asli daerah meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat," katanya.

Melalui kelompok-kelompok perempuan, pemerintah juga akan memberikan pendampingan berupa edukasi pengasuhan anak, literasi hukum, hingga penguatan kapasitas ekonomi.

"Kami ingin perempuan punya lahan, punya posisi, punya kepercayaan diri, dan maju bersama secara berkelompok. Pada akhirnya mereka memiliki penghasilan sehingga ekonomi keluarga menjadi lebih kuat," ujar Veronica.

NTT punya tantangan sekaligus potensi besar

NTT dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas karena masih menghadapi tantangan sosial ekonomi yang cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026, tingkat kemiskinan di provinsi tersebut mencapai 17,5 persen, sementara prevalensi stunting masih berada di angka 31,4 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Di sisi lain, perempuan NTT memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi keluarga. Berdasarkan Survei GoodStats 2024, kontribusi perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di NTT mencapai 42,4 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 36,1 persen.

Perempuan di NTT juga menjadi motor berbagai inisiatif ekonomi restoratif melalui program Mama Bambu dan Kebun Pangan Perempuan, yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada Mei 2026, pemerintah juga menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada enam kelompok tani hutan perempuan di NTT dengan total lahan kelolaan mencapai 648 hektare. Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan penting karena pengelolaan kawasan hutan yang selama ini didominasi laki-laki kini mulai melibatkan perempuan sebagai pengelola utama.

Ekonomi restoratif masih membutuhkan dukungan investasi

Pengembangan ekonomi restoratif di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan investasi dan dukungan kebijakan.

Mengacu pada laporan Center of Economic and Law Studies (Celios) 2024, Indonesia diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp892 triliun hingga 2045 agar strategi ekonomi restoratif dapat diterapkan secara efektif di berbagai sektor.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, investor, hingga lembaga filantropi dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas dampak berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Lagi Anak Buruh Tani Asal NTT Juarai Kompetisi Matematika Dunia, Kalahkan 7.000 Peserta

Viral Lagi Anak Buruh Tani Asal NTT Juarai Kompetisi Matematika Dunia, Kalahkan 7.000 Peserta

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:30 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Dari Pesisir Sorong, Ibu Ragaia Wujudkan Rumah Layak dan Pendidikan Anak Bersama PNM Mekaar

Dari Pesisir Sorong, Ibu Ragaia Wujudkan Rumah Layak dan Pendidikan Anak Bersama PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:15 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:51 WIB

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:10 WIB

Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?

Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol

Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:31 WIB