Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!

Muhamad Yasir, Tiara Rosana

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46 WIB
Dana Pendidikan Dikuras Buat MBG, Pemerintah Terancam Gugatan Ganti Rugi Triliunan!
Sidang lanjutan uji materiil UU APBN 2026 dan UU Sisdiknas di Gedung MK, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Tiara]
baca 10 detik
  • KOSPI menggugat UU Sisdiknas dan UU APBN 2026 di MK terkait pengalihan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis.
  • Kuasa hukum pemohon berencana menuntut ganti rugi hingga triliunan rupiah kepada pemerintah jika gugatan uji materi tersebut dikabulkan MK.
  • Ahli hukum menilai kebijakan pengalihan anggaran ini berpotensi melanggar konstitusi dan menyarankan penghentian sementara program hingga putusan final keluar.

Suara.com - Pemerintah berpotensi menghadapi gugatan ganti rugi hingga triliunan rupiah jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi terkait pencampuran anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam pos anggaran pendidikan 20 persen.

Hal tersebut mengemuka dalam sidang lanjutan pengujian materiil UU APBN 2026 dan UU Sisdiknas di Gedung MK, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (KOSPI) melalui Perkara Nomor 52 dan 55 meminta MK membatalkan sejumlah ketentuan yang dinilai melegalkan pengalihan dana pendidikan untuk program MBG.

Aturan yang digugat yakni Pasal 49 ayat (1) beserta penjelasannya dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, serta Pasal 22 ayat (3) beserta penjelasannya dalam UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.

Kuasa hukum pemohon, Edy K. Wahid, menyebut pihaknya membuka kemungkinan menempuh gugatan lanjutan berupa tuntutan ganti rugi jika MK mengabulkan permohonan tersebut.

"Pasti kami akan mengajukan gugatan susulan. Gugatan ganti rugi terhadap korban pendidikan. Guru, anak, murid, dan lain sebagainya," kata Edy usai sidang.

Ia memperkirakan nilai kerugian yang dapat dituntut bisa mencapai triliunan rupiah, seiring besarnya anggaran MBG yang diduga dialihkan dari sektor pendidikan.

"Kami belum menghitung secara riil ya, tapi kalau mengkalkulasi anggaran MBG tiap hari triliunan, ya udah pasti ada triliunan. Yang jelas hitungannya adalah kerugian-kerugian MBG dari awal tahun 2026 sampai sekarang," ujarnya.

Muhammad Busyro Muqoddas (kanan) dan Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti (tengah) usai menghadiri sidang uji materiil UU APBN 2026 dan UU Sisdiknas di Gedung MK, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Tiara]
Muhammad Busyro Muqoddas (kanan) dan Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti (tengah) usai menghadiri sidang uji materiil UU APBN 2026 dan UU Sisdiknas di Gedung MK, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Tiara]

Dalam persidangan, Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti meminta agar pelaksanaan program MBG yang bersumber dari anggaran pendidikan dihentikan sementara sampai ada putusan final MK.

baca juga

"Harus langsung diterapkan. Bahkan kalau bisa di APBN Perubahan, diterapkan juga gitu. Karena kita sedang dalam kondisi yang krisis secara ekonomi," tutur Bivitri.

Sementara itu, pemohon prinsipal KOSPI, Muhammad Busyro Muqoddas, menyatakan permohonan ini berangkat dari keresahan masyarakat sipil terkait dugaan pergeseran prioritas anggaran pendidikan.

Di persidangan, ahli hukum tata negara Eko Riyadi juga menyoroti penggunaan dasar hukum dalam bentuk penjelasan undang-undang yang dinilai berpotensi bertentangan dengan hierarki hukum, mengingat alokasi 20 persen anggaran pendidikan bersumber dari konstitusi Pasal 31 UUD 1945.

Ia mempertanyakan pembatasan hak atas pendidikan yang hanya didasarkan pada norma penjelasan dalam undang-undang.

"Bagian penjelasan dianggap sama dengan substansi undang-undang, namun secara hierarkis perlu diuji apakah perintah pemenuhan hak atas pendidikan... dapat dibatasi hanya dengan norma yang diatur di dalam penjelasan," ujar Eko di hadapan majelis hakim.

Eko menyimpulkan, jika pengalihan anggaran terbukti lebih merugikan sektor pendidikan dibanding manfaat program gizi, maka kebijakan tersebut berpotensi melanggar asas proporsionalitas dan dapat dinyatakan inkonstitusional oleh MK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik

Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB

Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG

Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:40 WIB

Ribuan Siswa Jabar Tak Tertampung di Negeri, Pemerintah Wajib Biayai Sekolah Swasta

Ribuan Siswa Jabar Tak Tertampung di Negeri, Pemerintah Wajib Biayai Sekolah Swasta

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×