- Sejumlah mahasiswa mendatangi Gedung DPR RI untuk melakukan aksi demonstrasi bertema Menuju Indonesia Gagal hari ini.
- Massa aksi berunjuk rasa di tengah hujan untuk menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini.
- Tuntutan tersebut mencakup penghapusan program Makan Bergizi Gratis serta penagihan janji pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan.
Suara.com - Sejumlah mahasiswa mulai berdatangan ke Gedung DPR RI untuk melakukan aksi demonstrasi.
Pantauan Suara.com, massa datang secara berkelompok, masing-masing terdiri atas 5-7 orang. Meski cuaca sedang hujan, hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk melaksanakan aksi.
Terlihat, massa yang menggunakan kendaraan umum memarkirkan kendaraannya di kawasan Patung Panah Senayan, lalu berjalan kaki menuju Gedung DPR RI.
Sementara itu, arus lalu lintas yang mengarah dari Senayan menuju DPR RI mulai padat.
Aksi ini bukan kali pertama dilakukan. Pada aksi sebelumnya, Jumat (12/6/2026), para mahasiswa juga menggelar demonstrasi di kawasan Dukuh Atas.
Pada hari ini, tema unjuk rasa yang diusung adalah "Menuju Indonesia Gagal".
Ada sembilan tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam demonstrasi kali ini, mulai dari penghapusan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menagih janji pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan.
Berikut sembilan tuntutan mahasiswa dalam aksi "Menuju Indonesia Gagal":
- Menuntut pemerintah agar menjaga harga BBM tetap stabil dan mengawasi distribusi BBM subsidi sehingga hanya diterima oleh kelompok yang berhak.
- Menuntut efisiensi serta transparansi dalam pengalokasian APBN dan APBD dengan memprioritaskan anggaran pada program prioritas.
- Menolak tegas segala bentuk dwifungsi Polri serta menuntut peningkatan transparansi dan akuntabilitas di dalam tubuh institusi kepolisian.
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
- Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengembalikan pendidikan sebagai program prioritas utama nasional demi masa depan bangsa.
- Menuntut dan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat.
- Menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta mendesak tindakan tegas dalam memberantas praktik pertambangan ilegal.
- Mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik di sektor kelistrikan dan air bersih.
- Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran agar menepati janji untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan.