- Jasa Marga mengintensifkan preservasi jalan tol di berbagai ruas strategis selama Juni 2026 demi kelancaran libur sekolah.
- Perbaikan infrastruktur dilakukan melalui metode pemeliharaan rutin, preventif, serta penggunaan teknologi modern untuk mendeteksi kerusakan jalan secara presisi.
- Pengerjaan dilakukan pada malam hari guna meminimalkan gangguan lalu lintas serta memastikan keamanan perjalanan bagi pengguna jalan tol.
Data hasil pemindaian tersebut langsung terintegrasi dengan sistem kecerdasan buatan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)
Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam penanganan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga memastikan pekerjaan dilakukan dengan tetap menjaga keselamatan pengguna jalan.
Mayoritas kegiatan dijadwalkan pada malam hingga dini hari untuk meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas.
Informasi terkait pekerjaan preservasi disampaikan secara real-time melalui aplikasi Travoy, media sosial resmi, serta layanan One Call Center 133.
Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk menentukan rute alternatif.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif pengguna jalan yang melaporkan kondisi infrastruktur. Jika menemui kendala, masyarakat dapat melapor melalui aplikasi Travoy atau One Call Center 133, dan akan segera ditindaklanjuti,” tutup Rivan.
Melalui sinergi antara pemeliharaan infrastruktur, pemanfaatan teknologi digital, serta partisipasi masyarakat, Jasa Marga terus berkomitmen menghadirkan konektivitas jalan tol yang aman, nyaman, dan berkeselamatan di Indonesia.