Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Bung Karno (UBK) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). [Suara.com/Adiyoga]
baca 10 detik
  • Ketua BEM FH Universitas Bung Karno diduga menerima aliran dana sebesar Rp300 juta untuk meredam suara kritis mahasiswa.
  • Ketua SEMA UGM menilai tindakan tersebut merupakan taktik pembungkaman gerakan mahasiswa yang berpotensi menimbulkan skeptisisme publik secara luas.
  • Mahasiswa kini memperkuat konsolidasi lintas kampus sebagai langkah strategis untuk menangkal upaya pecah belah oleh kepentingan politik praktis.

Suara.com - Dugaan aliran dana sebesar Rp300 juta yang menyeret Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) memicu gelombang kritik dari sejumlah pihak.

Skandal ini terungkap setelah Ketua BEM FH UBK mengakui telah menerima uang muka sebesar 20 persen.

Ketua Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM), Mesa, menilai dugaan pemberian uang kepada Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) menjadi alarm serius bagi gerakan mahasiswa.

Menurutnya kasus ini sebagai bentuk nyata dari taktik pembungkaman suara kritis yang terus berulang.

"Ya sebenarnya hal ini atau pola ini tuh cukup menjadi penyakit yang tak kunjung sembuh ya. Perihal aktivisme bayaran, perihal gerakan yang diredam melalui anggaran dan banyak hal," kata Mesa saat dihubungi Suara.com, Rabu (24/6/2026).

Ia menyayangkan masih adanya mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang dinilai mudah dipengaruhi dengan berbagai tawaran dan bayaran.

Padahal, modal utama yang dimiliki mahasiswa sebagai agen kontrol sosial adalah suara dan keberanian menyampaikan kritik.

"Padahal satu-satunya alat mahasiswa adalah suaranya. Maka ketika suaranya itu justru dibeli atau dijual, ya maka tidak ada lagi yang tersisa yang dimiliki oleh mahasiswa gitu," ujarnya.

Mesa mengakui kasus semacam ini berpotensi menimbulkan skeptisisme publik dan mendelegitimasi gerakan mahasiswa secara keseluruhan.

baca juga

Namun, ia meminta mahasiswa tetap optimistis dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran agar upaya-upaya menggembosi gerakan tidak kembali terulang.

Menurut Mesa, mahasiswa perlu membangun konsolidasi yang lebih kuat dan terus mengamplifikasi suara rakyat.

Gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti hanya karena muncul kasus yang mencoreng sebagian kelompok mahasiswa.

Lebih lanjut, ia memandang skandal ini sebagai contoh nyata bagaimana sebuah organisasi mahasiswa rentan dijadikan alat stempel legitimasi oleh pihak penguasa.

Ruang dialog formal di Istana disinyalir hanya taktik komunikasi politik untuk mengklaim bahwa pemerintah telah menyerap aspirasi. Tanpa kemudian ada perubahan kebijakan yang substantif di tingkat struktural.

"Nah, kiranya hal serupa juga menjadi alasan kenapa misalnya UBK itu dijadikan alat. Dijadikan alat untuk oke istana sudah menerima mahasiswa, istana sudah berdialog dengan mahasiswa, istana sudah sudah menyerap aspirasi mahasiswa," ucapnya.

"Tapi apakah ada perubahan dari regulasinya? Apakah ada perubahan secara struktural sistematis dari apa yang dituntut dan bermasalah dalam programnya?" imbuhnya.

Ke depan, SEMA UGM mengaku tengah membangun infrastruktur gerakan yang lebih solid dan inklusif, baik di internal UGM maupun antarperguruan tinggi di Yogyakarta.

Langkah konsolidasi lintas kampus di Jogja ini diproyeksikan menjadi benteng pertahanan baru agar gerakan mahasiswa tidak mudah dipecah belah.

"Setidaknya di Jogja ini semua kampus itu kita bisa bareng-bareng terus supaya ke depan pun kita tidak mudah untuk digembosi atau ditunggangi kepentingan politik praktis seperti itu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi

Dugaan Rp20 Juta Usai Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM dan Bentuk Tim Investigasi

Foto | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:58 WIB

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi

UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:25 WIB

Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK

Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:51 WIB

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01 WIB

Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres

Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:45 WIB

Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK

Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:25 WIB

Terkini

Cara Mengatasi Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO dan Penyebabnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:48 WIB

3 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harganya Mulai Rp25 Ribuan

3 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harganya Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:46 WIB

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

News | Sabtu, 07 November 2026 | 14:45 WIB

CORE Indonesia Ungkap Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Tapi Daya Beli Kelas Menengah Mentok Sejak 2018

CORE Indonesia Ungkap Ekonomi Tumbuh 5 Persen, Tapi Daya Beli Kelas Menengah Mentok Sejak 2018

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 14:39 WIB

4 Skincare Viva Murah untuk Memudarkan Flek Hitam Menahun pada Wanita Menopause

4 Skincare Viva Murah untuk Memudarkan Flek Hitam Menahun pada Wanita Menopause

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:36 WIB

Apa Kegunaan Minyak Cendana Mustika Ratu? Ini Manfaat dan Cara Pakainya

Apa Kegunaan Minyak Cendana Mustika Ratu? Ini Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:35 WIB

Sinopsis The Palace Stewardess, Dracin Ding Yu Xi dan Song Zu Er di WeTV

Sinopsis The Palace Stewardess, Dracin Ding Yu Xi dan Song Zu Er di WeTV

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 14:30 WIB

Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi

Kepergok di Puncak Tower, Residivis Spesialis Kabel BTS Terjun ke Kebun Sebelum Dibekuk Polisi

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 14:25 WIB

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Hoka vs ASICS, Mana yang Lebih Bagus untuk Lari Jarak Jauh? Ini Bedanya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:21 WIB

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Bolehkah Berenang saat Hujan? Kenali Risiko dan Bahayanya bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:15 WIB

×