- Anak-anak di Tambora dan Menteng menyelenggarakan liga sepak bola jalanan sebagai solusi atas keterbatasan lahan olahraga gratis.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dispora memberikan dukungan nyata dengan memfasilitasi kebutuhan pertandingan bagi para pemain muda.
- Dinas Pemuda dan Olahraga berencana mengorganisasi kompetisi tersebut agar anak-anak dapat mengakses fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.
Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh Suku Dinas (Sudin) Pemuda dan Olahraga untuk berkolaborasi dengan panitia lokal maupun Karang Taruna.
Tujuannya satu: agar talenta-talenta muda ini bisa mencicipi fasilitas olahraga milik pemda yang lebih representatif.
"Sekiranya ke depan bisa dilaksanakan di tempat yang kita miliki, difasilitasi, sehingga, kegiatan ini betul-betul terorganisir," jelasnya.

Ia pun optimis bahwa dari gang-gang sempit dan panasnya aspal Jakarta, akan lahir bintang-bintang baru yang akan mengharumkan nama bangsa.
"Siapa tau kegiatan yang sifatnya akamsi, akan melahirakan bibit potensi," pungkas Andri.
Melawan Keterbatasan Lahan
Untuk diketahui, munculnya Liga Akamsi di Tambora dan Liga Aspal di Menteng Jaya berawal dari satu masalah klasik Jakarta: ketiadaan lahan kosong dan mahalnya biaya sewa lapangan.
Di RW 08 Kelurahan Menteng, misalnya, para pemuda setempat akhirnya memutuskan untuk "menaklukkan" jalanan demi memberikan ruang bagi anak-anak agar tetap bisa bergerak dan berkompetisi secara sehat.
Kini, aspal bukan lagi sekadar jalan kendaraan, melainkan saksi bisu lahirnya mimpi-mimpi besar dari anak kampung Jakarta.