- Anggota DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menemukan 120 rumah di Tamansari belum memiliki septic tank pada pekan lalu.
- Warga terpaksa membuang limbah rumah tangga ke aliran kali karena minimnya fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat.
- Jupiter mendesak Dinas terkait di Jakarta segera mengalokasikan anggaran pembangunan sanitasi komunal di wilayah padat penduduk tersebut.
Suara.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menyoroti persoalan sanitasi di permukiman padat penduduk Jakarta Barat.
Sorotan itu disampaikan usai dirinya menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses di RW 03 dan RW 07, Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, pekan lalu.
Dari hasil kunjungan, Jupiter mengungkapkan sekitar 120 rumah di RW 03 belum memiliki septic tank.
Akibatnya, sebagian warga di kawasan tersebut masih membuang limbah rumah tangga ke aliran kali.
“Masih ada warga yang belum menikmati sanitasi layak. Ini harus menjadi perhatian,” ujar Jupiter, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut tidak sejalan dengan upaya Jakarta menjadi kota global.
Jupiter pun meminta Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Perumahan DKI Jakarta mengalokasikan anggaran untuk membangun fasilitas sanitasi komunal di kawasan padat penduduk.
“Pemerintah harus hadir melalui program dan anggaran, bukan hanya mengandalkan CSR,” kata dia.
Ia menambahkan, persoalan sanitasi serupa juga ditemukan di kawasan Palmerah, Sukabumi Selatan, dan Srengseng.
Jupiter berharap, perbaikan layanan dasar menjadi prioritas pembangunan Jakarta agar manfaatnya dirasakan secara merata.
“Pembangunan harus dirasakan sampai ke lingkungan permukiman,” pungkas legislator NasDem itu.