Yusril Pastikan Pemerintah Usut Tewasnya Ibu Hamil Korban Konflik Bersenjata di Intan Jaya

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 06 Juli 2026 | 15:40 WIB
Yusril Pastikan Pemerintah Usut Tewasnya Ibu Hamil Korban Konflik Bersenjata di Intan Jaya
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Menko Yusril Ihza Mahendra memastikan pemerintah akan mengusut tewasnya ibu hamil akibat konflik bersenjata di Intan Jaya, Papua.
  • Pemerintah menempuh langkah penyelidikan dan penyidikan secara adil guna menentukan asal peluru dari aparat atau kelompok bersenjata.
  • Pemerintah memberikan akses kepada Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan independen terkait jatuhnya korban sipil dalam insiden tersebut.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memastikan pemerintah akan mengusut tewasnya seorang ibu hamil yang menjadi korban konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. 

Yusril menegaskan investigasi harus dilakukan secara adil dan berimbang untuk mengungkap asal peluru yang menewaskan korban. Ia juga memastikan bahwa pemerintah akan menempuh langkah hukum melalui penyelidikan dan penyidikan atas insiden yang menewaskan warga sipil tersebut.

"Pemerintah tentu akan mengambil langkah-langkah hukum yang pasti untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini terutama jatuhnya korban sipil termasuk ibu hamil yang meninggal akibat konflik kesenjata di Papua," kata Yusril di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Yusril, proses investigasi tidak boleh dilakukan secara sepihak mengingat konflik di Papua melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan.

"Investigasi harus dilakukan secara adil dan berimbang, karena konflik ini juga terjadi antara kelompok kekerasan bersenjata yang ada di Papua dan berhadapan dengan aparat keamanan kita, baik BRIMOB maupun TNI dan karena itu bisa juga terjadi kekerasan akibat konflik," ujarnya.

Yusril mengatakan seluruh kemungkinan harus dibuka dalam proses penyelidikan, termasuk kemungkinan peluru berasal dari kelompok bersenjata maupun aparat keamanan.

"Kemungkinan juga penembakan berasal dari kalangan bersenjata, bisa juga berasal dari kalangan aparat keamanan kita sendiri, karena itu adanya satu investigasi yang adil dan berimbang akan mengungkapkan kasus ini dan tentu harus dilakukan satu langkah-langkah pendekatan hukum," ucapnya.

Selain investigasi internal pemerintah dan TNI, Yusril menyatakan pemerintah juga membuka ruang bagi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan penyelidikan secara independen.

"Selain melakukan penyelidikan dan penyidikan internal pemerintah, TNI khususnya, maka pemerintah juga memberikan kesempatan dan mempersilakan kepada Komnas HAM juga untuk melakukan satu penyelidikan atas kasus ini. Kita dengar nanti apa rekomendasi yang disampaikan oleh Komnas HAM kepada pemerintah," katanya.

baca juga

Yusril menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap jatuhnya korban sipil dalam konflik bersenjata yang masih terjadi di Papua. Namun, pemerintah tetap berupaya semaksimal mungkin agar penanganan konflik tidak menimbulkan korban di kalangan masyarakat.

"Pada prinsipnya memang pemerintah tidak menutup mata atas terjadinya konflik korban akibat konflik yang terjadi di Papua walaupun tentu dengan segala upaya yang mungkin menghindarkan terjadinya korban di kalangan sipil dalam mengatasi konflik kekerasan bersenjata yang ada di sana," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Papua Membara, Komnas HAM Desak Dialog Kemanusiaan Usai Ibu Hamil hingga Pilot AS Tewas

Papua Membara, Komnas HAM Desak Dialog Kemanusiaan Usai Ibu Hamil hingga Pilot AS Tewas

News | Senin, 06 Juli 2026 | 15:36 WIB

Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas

Komnas HAM Kecam Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 06 Juli 2026 | 14:19 WIB

Peluru Tembus Dinding Tewaskan Ibu Hamil di Papua, DPR Minta Pemerintah Buka Siapa Pelakunya

Peluru Tembus Dinding Tewaskan Ibu Hamil di Papua, DPR Minta Pemerintah Buka Siapa Pelakunya

News | Senin, 06 Juli 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bikin Publik Heboh: Loker Saja Minimal S1, Kok Bisa?

Putusan MK soal Pendidikan Gibran Bikin Publik Heboh: Loker Saja Minimal S1, Kok Bisa?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Apakah Air Mawar Bisa Menghilangkan Flek Hitam?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal

Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal

Bali | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Gol Perdana Dean James untuk Timnas Indonesia Lahir di Final, Suasananya Bikin Merinding

Gol Perdana Dean James untuk Timnas Indonesia Lahir di Final, Suasananya Bikin Merinding

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

U by Prodia Luncurkan U-Buddy, Integrasikan Data dari Berbagai Wearable dalam Satu Aplikasi

U by Prodia Luncurkan U-Buddy, Integrasikan Data dari Berbagai Wearable dalam Satu Aplikasi

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Setelah New York, LPDP Jakarta Buka Jalan ke Kampus Top Seoul

Setelah New York, LPDP Jakarta Buka Jalan ke Kampus Top Seoul

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama

Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV

Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV

Bali | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Kenapa MK Tak Kabulkan Gugatan Meski Gibran Tak Punya Ijazah Setara SMA?

Kenapa MK Tak Kabulkan Gugatan Meski Gibran Tak Punya Ijazah Setara SMA?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:53 WIB

Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

Malaysia: Kemenlu Indonesia Masih Belum Balas Surat Resmi Kami Bantu Atasi Karhutla

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB

×