- Eyang Djoego atau Kyai Zakaria II adalah ulama keturunan bangsawan Mataram yang dimakamkan di Desa Wonosari, Malang.
- Masyarakat rutin melakukan ziarah ke makam Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono sejak tahun 1871 silam.
- Isu pesugihan yang viral dibantah sebagai bagian dari tradisi wisata religi serta kekayaan budaya masyarakat setempat.
Suasana pegunungan yang sejuk dipadukan dengan kuliner khas seperti kopi, kacang, dan aneka umbi-umbian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Viral Pesugihan Gunung Kawi, Apa Faktanya?
Nama Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan publik setelah beredarnya foto yang disebut sebagai daftar tarif selamatan atau pesugihan di kawasan tersebut. K
onten tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memunculkan kembali anggapan bahwa Gunung Kawi identik dengan ritual memperoleh kekayaan secara instan.
Kawasan Pesarean Gunung Kawi selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi yang banyak didatangi masyarakat untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Legi, Malam Senin Pahing, maupun saat peringatan 1 Muharam atau 1 Suro.
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai aktivitas ziarah di Gunung Kawi merupakan bagian dari keragaman tradisi budaya yang telah berlangsung sejak lama.
"Gunung Kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama," kata Fadli Zon.
Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menilai selama aktivitas tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan tidak menimbulkan kerusakan, keberadaannya merupakan bagian dari realitas sosial yang perlu dipahami secara utuh.
"Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita" ujar Fadli Zon
Hingga kini, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.
Sebagian pengunjung datang untuk mengenang jasa Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono melalui tradisi ziarah, sementara yang lain menikmati kekayaan budaya, sejarah, serta suasana pegunungan yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.