- Ratusan siswa SD dan SMP mengenakan pakaian adat menyambut Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi di Yogyakarta.
- Agenda penyambutan berlangsung di pintu keluar VVIP Lanud Adisutjipto pada Rabu, 8 Juli 2026, sejak pukul 09.00 WIB.
- Dinas Pendidikan Sleman mengerahkan 1.000 siswa melalui koordinasi lintas instansi untuk mengibarkan bendera bagi iring-iringan tamu negara.
"Instruksinya rapat di DIY, rapat di tingkat provinsi. Kemudian kami di kabupaten mengondisikan. Pak Bupati memanggil saya, ya saya siapkan," ucapnya.
Ia memastikan keikutsertaan siswa tidak bersifat wajib. Disdik Sleman hanya meminta kepala sekolah mengoordinasikan siswa yang bersedia hadir dalam penyambutan kunjungan kenegaraan tersebut.
"Tidak wajib. Kami hanya membuat surat edaran agar kepala sekolah bisa mengondisikan anak-anak karena ada Pak Presiden dan Perdana Menteri India. Alhamdulillah responsnya baik. Kalau memang ada yang tidak bisa datang ya enggak apa-apa," tuturnya.

Menurut Mustadi, hingga pelaksanaan berlangsung belum ada keluhan dari sekolah maupun orang tua, meski kegiatan dilakukan saat masa libur sekolah. Ia menyebut siswa yang dilibatkan berasal dari wilayah Depok, Kalasan, dan Berbah.
Pemerintah daerah, kata Mustadi, turut menyediakan kebutuhan teknis berupa bendera kecil, makanan ringan, dan minuman bagi para siswa. Namun, tidak ada insentif khusus yang diberikan kepada peserta.
"Dalam pembahasan enggak ada. Pemda menyediakan snack, minum, sama bendera," ungkapnya.
Selama prosesi penyambutan, tugas para siswa hanya berdiri di jalur yang telah ditentukan sambil melambaikan tangan dan mengibarkan bendera saat iring-iringan Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi melintas.
"Hanya dadah-dadah sambil membawa bendera," pungkasnya.