- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambah personel forest ranger untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan Indonesia yang selama ini rawan.
- WWF Indonesia mendukung rencana penambahan 70.000 petugas untuk melindungi 125 juta hektare hutan dari perambahan serta pembalakan liar.
- Pemerintah memulai proyek percontohan di 13 taman nasional dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, sarana, dan dukungan operasional lapangan.
Suara.com - Langkah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat pengawasan kawasan hutan melalui penambahan forest ranger mendapat dukungan luas dari kalangan pegiat konservasi.
WWF Indonesia menilai kebijakan ini menjadi momentum penting dalam melindungi hutan sekaligus menjaga habitat satwa liar.
Ketua WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menyebut penambahan petugas lapangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang telah lama dinantikan. Menurutnya, kekurangan ranger selama ini membuat banyak kawasan hutan rentan terhadap berbagai ancaman.
“Penambahan forest ranger ini sudah sangat ditunggu-tunggu, karena sebelumnya jumlahnya sangat kurang. Kawasan bernilai konservasi tinggi rawan terhadap perambahan, illegal logging, dan perburuan,” kata Aditya, Jumat (10/7/2026).
Ia mencontohkan kondisi di Aceh, di mana sekitar 3,5 juta hektare hutan hanya diawasi oleh 32 petugas. “Angka ini sangat tidak rasional. Idealnya satu ranger mengawasi maksimal 1.000 hektare,” ujarnya.
Aditya menilai rencana penambahan hingga 70.000 personel akan menjadi harapan baru untuk menjaga sekitar 125 juta hektare kawasan hutan Indonesia. Selain itu, kebijakan ini dinilai krusial dalam melindungi berbagai spesies endemik yang hidup di dalamnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah personel harus diiringi dengan penguatan kualitas dan dukungan operasional. Tanpa hal tersebut, pengawasan hutan dinilai tidak akan berjalan optimal.
“Aspek kualitas, peralatan, sarana mobilitas, teknologi, hingga kesejahteraan dan keselamatan kerja juga harus ditingkatkan,” tegasnya.
WWF Indonesia juga mendukung langkah pemerintah yang memulai penguatan petugas di 13 taman nasional sebagai proyek percontohan. Program ini dinilai dapat mempercepat inovasi dalam pembiayaan dan pengelolaan kawasan konservasi.
“Kami mendukung peningkatan petugas lapangan di 13 taman nasional. Ini bisa menjadi program quick win untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi,” ungkap Aditya.
Selain penambahan jumlah personel, WWF Indonesia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satunya melalui revitalisasi kurikulum pendidikan ranger, termasuk penguatan kembali Nature Conservation School.
“Ini tidak hanya berdampak pada kelestarian ekosistem, tetapi juga meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional,” ujarnya.
WWF Indonesia menilai kombinasi antara penambahan jumlah ranger, peningkatan kompetensi, dukungan operasional, serta penguatan sistem pengelolaan akan menjadi kunci menjaga hutan Indonesia.
Upaya ini dinilai penting di tengah ancaman perambahan, pembalakan liar, dan perburuan satwa dilindungi yang masih tinggi.