WWF Indonesia Dukung Langkah Raja Juli Antoni Perkuat Ranger di 13 Taman Nasional

Galih Prasetyo

Jum'at, 10 Juli 2026 | 05:10 WIB
WWF Indonesia Dukung Langkah Raja Juli Antoni Perkuat Ranger di 13 Taman Nasional
Potret Hutan (Pexels/Rudi Singh)
baca 10 detik
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menambah personel forest ranger untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan Indonesia yang selama ini rawan.
  • WWF Indonesia mendukung rencana penambahan 70.000 petugas untuk melindungi 125 juta hektare hutan dari perambahan serta pembalakan liar.
  • Pemerintah memulai proyek percontohan di 13 taman nasional dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, sarana, dan dukungan operasional lapangan.

Suara.com - Langkah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperkuat pengawasan kawasan hutan melalui penambahan forest ranger mendapat dukungan luas dari kalangan pegiat konservasi.

WWF Indonesia menilai kebijakan ini menjadi momentum penting dalam melindungi hutan sekaligus menjaga habitat satwa liar.

Ketua WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, menyebut penambahan petugas lapangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang telah lama dinantikan. Menurutnya, kekurangan ranger selama ini membuat banyak kawasan hutan rentan terhadap berbagai ancaman.

“Penambahan forest ranger ini sudah sangat ditunggu-tunggu, karena sebelumnya jumlahnya sangat kurang. Kawasan bernilai konservasi tinggi rawan terhadap perambahan, illegal logging, dan perburuan,” kata Aditya, Jumat (10/7/2026).

Ia mencontohkan kondisi di Aceh, di mana sekitar 3,5 juta hektare hutan hanya diawasi oleh 32 petugas. “Angka ini sangat tidak rasional. Idealnya satu ranger mengawasi maksimal 1.000 hektare,” ujarnya.

Aditya menilai rencana penambahan hingga 70.000 personel akan menjadi harapan baru untuk menjaga sekitar 125 juta hektare kawasan hutan Indonesia. Selain itu, kebijakan ini dinilai krusial dalam melindungi berbagai spesies endemik yang hidup di dalamnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah personel harus diiringi dengan penguatan kualitas dan dukungan operasional. Tanpa hal tersebut, pengawasan hutan dinilai tidak akan berjalan optimal.

“Aspek kualitas, peralatan, sarana mobilitas, teknologi, hingga kesejahteraan dan keselamatan kerja juga harus ditingkatkan,” tegasnya.

WWF Indonesia juga mendukung langkah pemerintah yang memulai penguatan petugas di 13 taman nasional sebagai proyek percontohan. Program ini dinilai dapat mempercepat inovasi dalam pembiayaan dan pengelolaan kawasan konservasi.

baca juga

“Kami mendukung peningkatan petugas lapangan di 13 taman nasional. Ini bisa menjadi program quick win untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi,” ungkap Aditya.

Selain penambahan jumlah personel, WWF Indonesia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satunya melalui revitalisasi kurikulum pendidikan ranger, termasuk penguatan kembali Nature Conservation School.

“Ini tidak hanya berdampak pada kelestarian ekosistem, tetapi juga meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional,” ujarnya.

WWF Indonesia menilai kombinasi antara penambahan jumlah ranger, peningkatan kompetensi, dukungan operasional, serta penguatan sistem pengelolaan akan menjadi kunci menjaga hutan Indonesia.

Upaya ini dinilai penting di tengah ancaman perambahan, pembalakan liar, dan perburuan satwa dilindungi yang masih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB

KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan

KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:41 WIB

Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

Menhut Raja Juli: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

Menhut Raja Juli: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:05 WIB

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:06 WIB

Terkini

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 23:06 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:36 WIB

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:22 WIB

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:44 WIB

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

×