TRI Soroti Peran Penting Menhut Bangkitkan Perdagangan Karbon Indonesia

Galih Prasetyo

Jum'at, 10 Juli 2026 | 05:15 WIB
TRI Soroti Peran Penting Menhut Bangkitkan Perdagangan Karbon Indonesia
Perdagangan Karbon atau Hutan. (Dok. Trend Asia/Melvinas Priananda)
baca 10 detik
  • Menteri Kehutanan bersama jajaran terkait menerbitkan regulasi baru pada Juli 2026 untuk memperkuat tata kelola perdagangan karbon nasional.
  • Revisi Perpres dan aturan teknis lainnya berhasil memulihkan kepercayaan investor serta memberikan kepastian hukum bagi pengembang proyek karbon.
  • Pemerintah meluncurkan perdagangan karbon kehutanan dan sistem registrasi unit karbon sebagai langkah strategis mengaktifkan kembali pasar global Indonesia.

Suara.com - The Reform Initiatives (TRI) menyoroti peran strategis Menteri Kehutanan dalam membangkitkan kembali perdagangan karbon di Indonesia.

Sejumlah kebijakan terbaru dinilai berhasil memperkuat kepastian hukum sekaligus memulihkan kepercayaan investor di sektor tersebut.

Direktur Eksekutif TRI, Hadi Prayitno, mengatakan langkah pemerintah merevisi Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 menjadi Perpres Nomor 110 Tahun 2025 menjadi salah satu terobosan penting.

Regulasi baru itu membuka peluang lebih luas bagi pengembang proyek karbon untuk mendaftarkan proyeknya, baik melalui sistem registri internasional maupun Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI).

“Transformasi kebijakan tersebut dimotori oleh Menteri Kehutanan bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Menteri Koordinator Bidang Pangan sebagai Ketua Komite Pengarah,” ujar Hadi, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, perubahan regulasi tersebut menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan investor, pengembang proyek, serta calon pembeli kredit karbon di pasar global. Kepastian aturan yang lebih jelas dinilai mampu menghilangkan keraguan yang selama ini menghambat perkembangan sektor karbon nasional.

Selain revisi Perpres, Hadi juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kehutanan menerbitkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026. Aturan ini menggantikan regulasi sebelumnya dan memberikan kepastian tata kelola perdagangan karbon di sektor kehutanan.

Ia turut menyoroti keputusan pemerintah yang kembali mengakui unit kredit karbon dari sejumlah proyek kehutanan. Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pelaku usaha yang sempat terdampak penghentian sebelumnya.

“Pengakuan kembali unit kredit karbon proyek-proyek di sektor kehutanan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor,” katanya.

baca juga

Hadi menilai rangkaian kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan perdagangan karbon nasional.

Terlebih, pemerintah telah meluncurkan perdagangan karbon sektor kehutanan pada 6 Juli 2026, disusul peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026.

Menurutnya, dua momentum tersebut menandai dimulainya babak baru perdagangan karbon Indonesia dengan kerangka regulasi yang lebih kuat dan transparan.

“Kiprah tersebut sangat berpengaruh positif dalam mengembalikan kepercayaan dunia global terhadap Indonesia, karena kepastian hukum semakin jelas, tidak lagi abu-abu,” pungkas Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB

KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan

KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:41 WIB

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:05 WIB

Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

Menhut Raja Juli: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

Menhut Raja Juli: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×