- Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap 90 target militer di Iran selama dua hari berturut-turut untuk melindungi jalur pelayaran.
- Serangan tersebut menewaskan 14 orang dan memicu balasan militer dari pihak Iran terhadap aset Amerika Serikat di kawasan Teluk.
- Konflik ini mengancam proses perdamaian serta mengganggu aktivitas perdagangan minyak dunia di wilayah vital Selat Hormuz secara signifikan.
“Bagi saya, ini sudah selesai. Tapi mereka masih bisa bicara,” ujar Trump dalam pertemuan NATO.
Trump juga mengklaim Iran tetap ingin mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.
Teheran bahkan telah melayangkan protes resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pengamat menilai situasi ini sangat berbahaya.
“AS menghadapi jalan buntu dengan Iran. Pendekatan militer tidak berhasil,” kata analis politik Alam Saleh seperti dilansir dari AlJazeera.