Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB
Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?
ilustrasi listrik tenaga surya (Pixabay)

Suara.com - Perubahan iklim dinilai semakin meningkatkan risiko gangguan pada sistem kelistrikan Indonesia. Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pemadaman listrik yang terjadi di Sumatera menjadi pengingat bahwa reformasi jaringan listrik perlu dipercepat agar mampu menghadapi cuaca ekstrem dan menjaga keandalan pasokan listrik di masa depan.

Direktur Program Transformasi Sistem Energi IESR, Deon Arinaldo, mengatakan sistem kelistrikan nasional tidak lagi dapat dirancang berdasarkan kondisi cuaca normal. Menurutnya, perubahan iklim meningkatkan risiko gangguan pada pembangkit, jaringan transmisi, hingga distribusi listrik yang dapat memicu pemadaman dalam skala lebih luas.

"Pemadaman listrik di Sumatera perlu dibaca sebagai sinyal bahwa sistem kelistrikan Indonesia membutuhkan reformasi jaringan. Cuaca ekstrem dan krisis iklim dapat mengganggu transmisi, distribusi, maupun pembangkit. Jika sistem tidak dirancang lebih tangguh, gangguan pada satu titik dapat menimbulkan dampak yang lebih luas," kata Deon dalam webinar Reformasi Jaringan Listrik Indonesia, Selasa (7/7).
Menurut IESR, ancaman tersebut berpotensi meningkat seiring prediksi El Niño kuat yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September hingga Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang terjadinya El Niño kuat mencapai 98 persen.

Fenomena ini tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga dapat mengurangi debit air yang menjadi sumber energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). IESR mencatat, saat El Niño kuat pada 2015, sekitar 80 persen PLTA di Indonesia mengalami defisit air sehingga produksi listrik menurun. Kondisi serupa juga terjadi pada 2023 ketika pasokan listrik dari PLTA Poso di Sulawesi Tengah turun dari sekitar 500 megawatt menjadi sekitar 160 megawatt.

Melihat tren tersebut, IESR menilai penguatan sistem kelistrikan tidak cukup dilakukan dengan menambah kapasitas pembangkit energi terbarukan. Perencanaan jaringan juga perlu memasukkan proyeksi risiko iklim, meningkatkan fleksibilitas sistem, serta mempercepat integrasi sumber energi terdistribusi (distributed energy resources/DER) seperti PLTS atap, baterai penyimpanan, hingga kendaraan listrik.

IESR mengusulkan tiga langkah prioritas untuk meningkatkan ketahanan jaringan listrik. Pertama, memperbarui standar dan aturan jaringan agar mampu mengakomodasi pembangkit energi terbarukan yang bersifat variabel seperti PLTS dan PLTB. Kedua, menyusun strategi pengembangan jaringan listrik nasional yang memasukkan indikator ketahanan iklim dan risiko bencana. Ketiga, mempercepat penerapan teknologi smart grid agar berbagai sumber energi lokal dapat saling mendukung ketika terjadi gangguan pada sistem utama.

Bagi IESR, transisi energi tidak hanya bergantung pada penambahan pembangkit energi terbarukan. Tanpa jaringan listrik yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim, risiko gangguan pasokan listrik diperkirakan akan semakin meningkat seiring bertambahnya frekuensi cuaca ekstrem.

Penulis: Chairunisa

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:43 WIB

Suhu Bumi Terus Naik, Mengapa Para Ahli Menyarankan Kita Tak Bergantung pada AC?

Suhu Bumi Terus Naik, Mengapa Para Ahli Menyarankan Kita Tak Bergantung pada AC?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:30 WIB

Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:09 WIB

Terkini

Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit

Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:22 WIB

Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?

Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:17 WIB

Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG

Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:10 WIB

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:01 WIB

'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro

'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:54 WIB

Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai

Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Ditjen Bea Cukai

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:52 WIB

Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim

Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TMP Kalibata, Ada JK hingga Christine Hakim

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:44 WIB

Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

Lawan Praktik Calo, Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan untuk Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:27 WIB

Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK

Usai Dirawat di RS Polri, Gus Yaqut Dipindahkan Kembali ke Rutan KPK

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:48 WIB

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:43 WIB

×