IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 Juli 2026 | 11:04 WIB
IRGC Iran: Operasi Pembalasan ke Amerika Akan Terus Berlanjut
Iran menggempur 18 pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan armada drone. (Anadolu)
baca 10 detik

 

  • Garda Revolusi Iran resmi menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Sheikh Isa, Bahrain.

  • Target utama serangan meliputi fasilitas helikopter, hanggar pesawat Poseidon, dan pusat kendali drone.

  • Sirene bahaya berbunyi di Bahrain dan warga diminta segera mencari tempat berlindung.

Suara.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) baru saja meluncurkan serangan udara tak terduga yang menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Langkah agresif ini menandai babak baru ketegangan bersenjata yang kian membara di kawasan Teluk.

Serangan strategis tersebut sengaja diarahkan untuk melumpuhkan titik vital pertahanan udara dan logistik militer Washington. Pasukan elite Teheran membidik fasilitas pemeliharaan helikopter serta hanggar pesawat pengintai canggih P-8 Poseidon.

Tidak hanya itu, pusat kendali drone tempur utama milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa juga menjadi sasaran utama. Operasi ini membuktikan peningkatan kapabilitas serangan presisi Iran yang langsung menusuk jantung pertahanan sekutu AS.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran merilis video yang diklaim menunjukkan pasukan Garda Revolusi menyiata dua kapal kargo di Selat Hormuz. [Istimewa]
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran merilis video yang diklaim menunjukkan pasukan Garda Revolusi menyiata dua kapal kargo di Selat Hormuz. [Istimewa]

Pihak IRGC menegaskan bahwa gempuran masif ini merupakan aksi balasan langsung atas rangkaian serangan yang sebelumnya dilakukan oleh militer Amerika Serikat. Teheran memastikan konfrontasi bersenjata ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

"Operasi pembalasan akan terus berlanjut," tegas perwakilan resmi IRGC dalam pernyataan tertulisnya.

Dampak dari ledakan tersebut memicu kepanikan luar biasa di wilayah kedaulatan Bahrain. Sirene tanda bahaya langsung meraung-raung di seluruh penjuru kota untuk memperingatkan warga.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain bergerak cepat merespons situasi darurat ini dengan mengeluarkan instruksi evakuasi massal. Pemerintah setempat meminta penduduk segera mencari perlindungan di bunker dan lokasi aman demi menghindari korban jiwa.

Hingga saat ini, otoritas keamanan di lapangan belum merilis laporan resmi mengenai estimasi kerugian materiil maupun korban jiwa. Pihak Pentagon sendiri terpantau masih menahan informasi mengenai dampak kerusakan internal di area pangkalan.

Di sisi lain, media internasional terus berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari petinggi militer Washington di kawasan tersebut. Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) masih memilih untuk bungkam dan belum memberikan komentar apa pun terkait pemboman ini.

baca juga

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah memang terus mengalami eskalasi tajam dalam beberapa waktu terakhir. Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain selama ini menjadi simbol kekuatan dan kendali geopolitik militer Washington di Teluk Persia.

Serangan langsung IRGC ke fasilitas sensitif ini diprediksi akan mengubah peta konfrontasi kedua negara ke tingkat yang jauh lebih berbahaya. Jalur perdagangan internasional dan keamanan pasokan energi global kini berada dalam ancaman serius akibat pecahnya perang terbuka ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:37 WIB

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:05 WIB

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

Prabowo Harus Turun Tangan! Minta KPK Ambil Alih Kasus Febrie Demi Selamatkan Sistem Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:00 WIB

Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:50 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:47 WIB

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

Daftar Gempuran AS ke Iran Terbaru karena Ngamuk Selat Hormuz Kembali Ditutup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:37 WIB

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur

News | Senin, 13 Juli 2026 | 10:05 WIB

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

Ranjau Politis dan Perang Proksi: Sisi Gelap di Balik Pengalihan Kasus Febrie dari Polri ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:56 WIB

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:37 WIB

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:13 WIB

Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:07 WIB

×