Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong

Bangun Santoso

Senin, 13 Juli 2026 | 19:15 WIB
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
Ilustrasi ledakan. [Envato Elements]
baca 10 detik
  • Seorang mantan narapidana terorisme berinisial A meledakkan lapak dagangan di kawasan Dadaha, Tasikmalaya, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026.
  • Insiden ini mengungkap kelemahan sistem pengawasan pemerintah serta akses mudah tersangka terhadap bahan peledak di ruang publik.
  • Pakar mendesak pemerintah mengevaluasi program integrasi ekonomi dan meningkatkan anggaran pengawasan untuk mencegah aksi kekerasan serupa oleh mantan narapidana.

Suara.com - Insiden ledakan yang mengguncang kawasan Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (11/7/2026) malam memantik sorotan sekaligus kekhawatiran.

Seorang mantan narapidana kasus terorisme (eksnapiter) berinisial A, diduga nekat meledakkan lapak dagangan milik sesama pedagang kaki lima (PKL) setelah terlibat perselisihan.

Kejadian ini dinilai menjadi alarm keras bagi sistem keamanan dan pembinaan pasca-bebas bagi para mantan warga binaan kasus terorisme di Indonesia.

Kepala Program Studi Kriminologi Institut Andi Sapada, Tegar Bimantoro, memberikan analisis mendalam terkait aksi nekat tersangka.

Menurutnya, fakta bahwa seorang eksnapiter masih memiliki akses dan kemampuan menggunakan amunisi aktif di ruang publik adalah bukti nyata adanya lubang besar dalam sistem pengawasan yang dijalankan pemerintah.

Tegar menilai hal ini tidak bisa dianggap sebagai kriminalitas biasa karena latar belakang taktis yang dimiliki pelaku.

Tegar Bimantoro menegaskan bahwa aparat penegak hukum dan instansi terkait harus segera menjawab sejumlah pertanyaan krusial untuk mencegah kejadian serupa di daerah lain.

Fokus utama harus tertuju pada bagaimana barang berbahaya tersebut bisa tetap berada di tangan individu yang pernah terpapar ideologi radikal dan menjalani masa hukuman.

"Pertanyaan mendasar yang harus digali saat ini adalah, dari mana tersangka mendapatkan amunisi tersebut? Mengapa bisa terjadi kelalaian dalam pemantauan?" ujar Tegar dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

baca juga

Lebih lanjut, Tegar mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemetaan ulang atau mapping secara menyeluruh.

Langkah itu dinilai penting guna mendeteksi berapa banyak eksnapiter di berbagai wilayah Indonesia yang disinyalir masih memiliki kemampuan taktis serta akses terhadap bahan peledak.

Tanpa pemetaan yang akurat, risiko residivisme dengan metode kekerasan akan terus menghantui masyarakat, terutama di pusat-pusat keramaian kota.

Selain faktor keamanan murni, Tegar menyoroti akar masalah sosial-ekonomi yang menjadi pemicu gesekan di lapangan.

Insiden rebutan lapak di Dadaha dianggap sebagai puncak gunung es dari kurangnya kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi integrasi pekerjaan bagi para mantan narapidana.

Program pemulihan yang ada saat ini dinilai belum terkoneksi secara organik dengan realitas kebutuhan pasar kerja, sehingga para eksnapiter terpaksa terjun ke sektor informal yang penuh persaingan tajam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:46 WIB

Geger Ledakan di Galian Pipa Fatmawati! Kabel Listrik Tersambar, Wajah 2 Pekerja Luka Bakar

Geger Ledakan di Galian Pipa Fatmawati! Kabel Listrik Tersambar, Wajah 2 Pekerja Luka Bakar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 14:10 WIB

Ngeri! Detik-detik Ledakan di Fatmawati Jaksel, Wajah Dua Pekerja Terluka

Ngeri! Detik-detik Ledakan di Fatmawati Jaksel, Wajah Dua Pekerja Terluka

News | Senin, 08 Juni 2026 | 13:57 WIB

Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran

Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:10 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Tasikmalaya Masuk Tahap Tiga

Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Tasikmalaya Masuk Tahap Tiga

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:57 WIB

Ancaman Belum Usai! Mortir dan Amunisi Aktif PD II Ditemukan di Lokasi Ledakan Maut Biak

Ancaman Belum Usai! Mortir dan Amunisi Aktif PD II Ditemukan di Lokasi Ledakan Maut Biak

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:18 WIB

Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada

Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:52 WIB

Terkini

Tak Ada SP 1 dan 2, Guru Pelaku Kekerasan di Sekolah Rakyat Langsung Pecat!

Tak Ada SP 1 dan 2, Guru Pelaku Kekerasan di Sekolah Rakyat Langsung Pecat!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:13 WIB

Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tahni

Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tahni

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:11 WIB

Ajak Warga Jakarta Jujur Saat Disensus, Pramono: 'Kaya Ya Kaya, Miskin Ya Miskin'

Ajak Warga Jakarta Jujur Saat Disensus, Pramono: 'Kaya Ya Kaya, Miskin Ya Miskin'

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:05 WIB

KPK Klaim Belum Ada Permintaan Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

KPK Klaim Belum Ada Permintaan Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

Hindari 'Jeruk Makan Jeruk', Kejagung Bentuk Tim Steril Tangani Kasus Febrie Adriansyah

Hindari 'Jeruk Makan Jeruk', Kejagung Bentuk Tim Steril Tangani Kasus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:54 WIB

Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?

Celah Hukum Kasus Febrie: Mengapa Pengalihan ke Kejagung Bisa Bikin Tersangka Menang Praperadilan?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:45 WIB

Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup

Ibu Santri di Lombok Tengah: Anak Saya ke Pesantren untuk Belajar Agama, Bukan Dibakar Hidup-Hidup

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:36 WIB

Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan

Lebih Cepat di Kejagung, Yusril Ungkap Alasan Berkas Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:27 WIB

RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus

RUU Perampasan Aset Berpotensi Dirombak, DPR Bahas Pembentukan Lembaga Khusus

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:27 WIB

Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu

Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu

News | Senin, 13 Juli 2026 | 18:17 WIB

×