Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:47 WIB
Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun
Kebakaran Pub Na Ladprao Bangkok (CNN Internasional)
baca 10 detik
  • Kebakaran hebat di bar Bangkok menewaskan 30 orang dan melukai puluhan pengunjung lainnya.

  • Penyelidikan polisi mengungkap pintu darurat terkunci dan penggunaan dekorasi plastik mempercepat kobaran api.

  • Pemilik bar diketahui memiliki rekam jejak buruk terkait insiden kebakaran pub pada 2019.

Suara.com - Tragedi kebakaran bar Rong Beer Na Lat Phrao di Bangkok yang menewaskan 30 orang kini memasuki babak baru pemeriksaan kepolisian. Korban selamat mengungkap fakta mengejutkan mengenai pintu darurat yang terkunci rapat dan minimnya papan petunjuk evakuasi.

Penyidik menemukan bukti awal bahwa kobaran api dipicu oleh korsleting listrik pada pendingin ruangan yang langsung memutus aliran listrik. Kondisi interior yang gelap gulita seketika berubah menjadi jebakan maut bagi puluhan pengunjung di dalamnya.

Penggunaan dekorasi plastik dan busa mudah terbakar di area panggung dituding menjadi penyebab utama api menyebar dalam hitungan detik. Kelalaian fatal ini memicu desakan publik agar otoritas Thailand merombak total regulasi keselamatan bangunan komersial.

Kebakaran hebat melanda sebuah klub malam di Bangkok, Thailand, dan menewaskan sedikitnya 27 orang serta melukai sejumlah lainnya. [Tangkap layar X]
Kebakaran hebat melanda sebuah klub malam di Bangkok, Thailand, dan menewaskan sedikitnya 27 orang serta melukai sejumlah lainnya. [Tangkap layar X]

Polisi menduga ada unsur kelalaian berat dari pihak manajemen terkait tata letak dan prosedur keselamatan tempat hiburan tersebut. Sebanyak 27 jenazah korban tewas telah berhasil diidentifikasi, sementara 24 dari 70 korban luka masih dalam kondisi kritis.

Mengenai dekorasi berbahaya ini, Jenderal Polisi Kittiratt Phanphet memberikan pernyataan tegas pada hari Senin. Dia menyebut hal ini menunjukkan kurangnya kehati-hatian dan pengabaian terhadap keselamatan para pengunjung".

Sebagian besar korban tewas ditemukan menumpuk di dalam toilet yang terletak di bagian belakang bar. Mereka diduga berlari ke arah sana untuk menyelamatkan diri dari kobaran api di panggung utama.

Pakar keselamatan kebakaran dari Engineering Institute of Thailand, Busakorn Saensuk, memaparkan hasil inspeksi visualnya di lokasi kejadian. Pintu keluar di dekat toilet ditemukan terkunci, sedangkan dua pintu utama terhalang oleh tumpukan furnitur.

Busakorn Saensuk menjelaskan bahwa pengunjung secara naluriah akan berlari menjauhi api menuju area belakang bar.

"Namun begitu mereka sampai di bagian belakang, mereka tidak bisa keluar."

baca juga

Ketiadaan penerangan darurat membuat para korban tidak memiliki kesempatan untuk mencari jalan keluar dalam kegelapan.

"Jika tanda darurat menyala, orang-orang akan dapat melihat bagaimana pintu itu terkunci dan mungkin bisa membukanya," kata Busakorn Saensuk.

Petaka ini juga menghancurkan grup band indie lokal Thotsakan yang sedang tampil malam itu. Dua personel band tersebut dilaporkan ikut tewas terpanggang akibat kebakaran kilat yang melanda panggung.

Profesor teknik struktur Worsak Kanok Nukulchai menilai kepulan asap beracun menjadi pembunuh pertama sebelum api menyentuh tubuh korban. Reaksi material plastik dan plafon busa menghasilkan karbon monoksida serta hidrogen sianida yang sangat mematikan.

Investigasi mengungkap bar ini terdaftar sebagai restoran musik hidup, bukan tempat hiburan malam resmi. Celah hukum ini membuat pengelola tidak diwajibkan secara hukum untuk menggunakan material bangunan tahan api.

Pemerintah Kota Bangkok kini mulai meninjau ulang standarisasi bahan bangunan untuk seluruh kategori tempat usaha kuliner. Langkah preventif ini diambil guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

Berdasarkan laporan media lokal, pemilik Rong Beer Na Lat Phrao ternyata memiliki rekam jejak kelam terkait insiden kebakaran. Ia diketahui pernah memiliki sebuah pub di Provinsi Yasothon yang juga ludes terbakar pada Desember 2019.

Beruntung, insiden masa lalu di Yasothon tersebut terjadi pada siang hari saat tempat dalam keadaan kosong tanpa pengunjung. Namun, pengabaian aspek keselamatan yang berulang ini kini memicu penyelidikan pidana yang lebih dalam oleh kepolisian Bangkok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diawali Suara Ledakan, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen di Koja Ludes Terbakar

Diawali Suara Ledakan, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen di Koja Ludes Terbakar

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:55 WIB

Geger Suara Ledakan di Koja, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen Ludes Terbakar

Geger Suara Ledakan di Koja, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen Ludes Terbakar

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:50 WIB

45 Orang Hilang di Lokasi Kebakaran Maut Bar Bangkok

45 Orang Hilang di Lokasi Kebakaran Maut Bar Bangkok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:29 WIB

Terkini

Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:23 WIB

Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026

Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?

AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:21 WIB

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:52 WIB

Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji

Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:46 WIB

FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer

FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:12 WIB

Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa

Sekolah Rakyat Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, ESQ Dukung Pemetaan Talenta Siswa

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:11 WIB

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:05 WIB

28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat

28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:03 WIB

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang

MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap Empat Gelombang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:51 WIB

×