- Kejaksaan Agung dan Polri memperkuat sinergi kelembagaan guna meningkatkan profesionalisme serta objektivitas dalam penegakan hukum di seluruh wilayah.
- Pertemuan pimpinan Kejaksaan dan Kepolisian di daerah bertujuan menjaga stabilitas keamanan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
- Kapolri dan Jaksa Agung menegaskan hubungan kedua institusi tetap solid meskipun terdapat isu mengenai penanganan kasus korupsi tertentu.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan pertemuan kepala kejaksaan tinggi (kajati) dan kepala kepolisian daerah (kapolda) di sejumlah wilayah bertujuan memperkuat sinergi serta hubungan kelembagaan dalam penegakan hukum.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna di Jakarta, Rabu (15/7/2026), mengatakan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Kejaksaan dan Polri terus diperkuat, baik dalam penegakan hukum maupun koordinasi melalui forum musyawarah pimpinan daerah (muspida).
"Memang kami menyinergikan kembali. Yang selama ini hubungan sudah baik, kami akrabkan kembali dalam penegakan hukum dan hubungan kemuspidaan selama ini," katanya sebagaimana dilansir Antara.
Salah satu pertemuan tersebut berlangsung antara Kajati Jawa Tengah Teguh Subroto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo pada Selasa (14/7).
Pertemuan kedua pimpinan institusi itu disebut menjadi simbol soliditas dalam mengawal penegakan hukum yang profesional, objektif, dan berkeadilan.
Selain itu, sinergi kedua institusi dinilai menjadi fondasi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang aman, tertib, dan kondusif di Jawa Tengah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Senin (13/7).
Usai pertemuan, Kapolri menegaskan hubungan Polri dan Kejaksaan Agung tetap solid di tengah penanganan kasus dugaan korupsi yang ditangani Polri dan melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Di sisi lain, Jaksa Agung juga membantah anggapan bahwa Polri dan Kejaksaan merupakan rival.
"Teman-teman jangan berpikir kami ini rival, kami ini versus. Tidak. Sejak dulu kami sudah saling mengenal secara pribadi. Kemudian saya menjadi Jaksa Agung dan beliau menjadi Kapolri," katanya.