- Menteri PU Dody Hanggodo melaporkan total kekayaan bersih sebesar Rp73,65 miliar dalam LHKPN periode pelaporan tahun 2025.
- Publik menyoroti kebijakan mutasi ASN di Kementerian PU yang diduga terkait kebocoran dokumen rencana perjalanan dinas luar negeri.
- Dody Hanggodo membantah dugaan tersebut dan menegaskan bahwa mutasi adalah prosedur internal rutin untuk memenuhi kebutuhan organisasi kementerian.
Suara.com - Sosok Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, tengah menjadi pusat perhatian publik, baik karena laporan harta kekayaannya yang fantastis maupun isu internal yang menerpa kementeriannya.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dody tercatat memiliki total kekayaan mencapai Rp73,65 miliar.
Namun, di saat yang sama, ia harus menghadapi sorotan terkait kebijakan mutasi sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.
Isu mutasi ini mencuat ke permukaan setelah beredar informasi di media sosial mengenai perpindahan tugas sejumlah pejabat dan pegawai senior Kementerian PU ke berbagai daerah.
Publik mengaitkan langkah mutasi tersebut dengan dugaan kebocoran dokumen internal kementerian.
Dokumen yang dimaksud berisi rencana kunjungan kerja Menteri PU ke New York, Amerika Serikat, yang sempat memicu perdebatan karena mencantumkan nama istri dan anak menteri dalam rombongan resmi.
Spekulasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa mutasi tersebut merupakan upaya untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas bocornya surat perjalanan dinas tersebut.
Kendati demikian, Dody Hanggodo dengan tegas membantah adanya kaitan antara kebijakan mutasi dengan insiden kebocoran dokumen ke luar negeri tersebut.
“Mutasi, mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600, masa enggak boleh mutasi?” katanya, Rabu (16/7/2026).
Dody menekankan bahwa mutasi adalah hal lumrah dalam organisasi pemerintahan dan dilakukan berdasarkan pertimbangan kebutuhan kementerian, bukan sebagai bentuk konsekuensi atau hukuman atas bocornya dokumen internal.
Rincian Harta Kekayaan Berdasarkan LHKPN
Terlepas dari polemik mutasi, detail kekayaan Dody Hanggodo menarik untuk disimak. Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 10 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, total harta kekayaan bersih Dody mencapai Rp73.649.841.999.
Angka itu merupakan hasil penjumlahan berbagai aset setelah dikurangi utang sebesar Rp9,76 miliar.
Aset terbesar Dody Hanggodo berada pada sektor tanah dan bangunan dengan nilai total Rp40,75 miliar. Ia tercatat memiliki enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di lokasi strategis di Indonesia, yakni:
- Tanah dan bangunan seluas 343 m²/220 m² di Jakarta Selatan senilai Rp25 miliar.
- Properti di Surabaya senilai Rp5 menilai.
- Properti di Jakarta Selatan senilai Rp6 miliar.
- Properti di Jakarta Selatan senilai Rp4 miliar.
- Tanah di Pasuruan senilai Rp500 juta.
- Tanah di Pasuruan senilai Rp250 juta.
Dominasi aset di wilayah Jakarta Selatan menunjukkan profil kekayaan yang signifikan, mengingat nilai properti di kawasan tersebut terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.