Disuruh Cari Negara Lain, WNI Malah 'Dipajaki' Saat Hendak Pergi

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:38 WIB
Disuruh Cari Negara Lain, WNI Malah 'Dipajaki' Saat Hendak Pergi
Ilustrasi Paspor. (Unsplash)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menaikkan tarif pelepasan kewarganegaraan sebesar 400 persen yang memicu kritik dari pakar kebijakan publik UGM.
  • Kebijakan kenaikan tarif tersebut dinilai berisiko memperparah fenomena brain drain karena kehilangan sumber daya manusia unggul bangsa.
  • Negara semestinya memperbaiki iklim kerja dan inovasi agar talenta terbaik tetap memilih berkarya di dalam negeri.

Suara.com - Pemerintah mendapat sorotan setelah menaikkan tarif pelepasan kewarganegaraan Indonesia hingga 400 persen. Apalagi kebijakan itu muncul tidak lama setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pihak yang merasa Indonesia suram dipersilakan mencari negara lain.

Hal itu memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan negara terhadap warga yang memilih pergi atau meninggalkan status WNI-nya.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele menilai kebijakan menaikkan tarif tersebut memperlihatkan cara pandang yang terlalu sempit terhadap persoalan kewarganegaraan.

Dalam konteks itu, ia turut mengkritik pernyataan Kepala Negara yang dinilai bertentangan dengan kebutuhan Indonesia untuk mempertahankan warga negara yang kritis, kreatif, dan memiliki kapasitas tinggi.

"Orang sedang mengajukan kritik untuk sama-sama memperbaiki, menata lagi negara kita ini. Lalu yang kritik ini dianggap tidak nasionalis, anti terhadap bangsa, antek asing, dan disuruh keluar. Itu kan ngawur banget," kata Gabriel kepada Suara.com, Selasa (21/7/2026).

Semestinya kritik terhadap pemerintah dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam memperbaiki tata kelola bangsa.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan ketika dikaitkan dengan fenomena brain drain, terutama jika warga yang memilih pindah kewarganegaraan berasal dari kelompok akademisi, peneliti, profesional, maupun penerima beasiswa yang memiliki kompetensi tinggi.

Kehilangan kelompok ini dinilai dapat menimbulkan kerugian jangka panjang yang jauh lebih besar dibanding tambahan penerimaan negara dari kenaikan tarif.

"Ini kebijakan yang benar-benar panik jangka pendek untuk sekedar meningkatkan pendapatan dan pada saat yang bersamaan ini akan menyebabkan, orang menyebutnya sebagai brain drain," ujarnya.

baca juga

Menurut Gabriel, pemerintah seharusnya lebih dahulu mengkaji siapa saja warga negara yang mengajukan pelepasan kewarganegaraan dan alasan mereka memilih pindah ke negara lain.

Tanpa pemetaan tersebut, negara berisiko kehilangan sumber daya manusia unggul tanpa memahami akar masalah yang mendorong mereka pergi.

"Idealnya kebijakan strategis seperti ini kan harusnya didahului oleh kajian yang serius, kajian yang sistematis," imbuhnya.

Belum lagi melihat soal kenaikan tarif dari sebelumnya Rp1 juta menjadi Rp5 juta tidak akan menjadi penghalang bagi kalangan profesional, akademisi, maupun talenta unggul yang memiliki prospek karier lebih baik di luar negeri.

Sebaliknya, kebijakan itu menunjukkan pemerintah tidak memiliki strategi yang lebih substantif untuk menjaga daya saing Indonesia dalam mempertahankan sumber daya manusianya.

"Kalau yang mengajukan ini katakanlah para profesor, alah kecil banget bayar 5 juta itu. Not even a penny gitu kalau orang Inggris bilang ya. Itu sepele banget ya," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Lepas WNI Naik, Negara Cuma Kejar PNBP tapi Lupa Jaga Anak Bangsa?

Tarif Lepas WNI Naik, Negara Cuma Kejar PNBP tapi Lupa Jaga Anak Bangsa?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:34 WIB

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

Biaya Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Begini Reaksi Puan Maharani

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:01 WIB

Tarif Lepas WNI Rp5 Juta, Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan

Tarif Lepas WNI Rp5 Juta, Harusnya Fokus Kenapa Banyak Warga yang Ingin Lepas Kewarganegaraan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:52 WIB

Defisit Fiskal Membengkak, Kebijakan Tarif Lepas WNI Jadi Jalan Pintas Miskin Kreativitas

Defisit Fiskal Membengkak, Kebijakan Tarif Lepas WNI Jadi Jalan Pintas Miskin Kreativitas

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:26 WIB

Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa

Lepas Status WNI Biayanya Naik 5 Kali Lipat, Menteri Supratman: Bukan Masalah Buat Bangsa

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:02 WIB

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:15 WIB

Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun

Dapat Lampu Hijau dari Pemerintah NSW, Proyek Rp25 T Milik WNI Siap Dibangun

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×