- BNPB menetapkan status Siaga Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda karena potensi letusan lanjutan masih tinggi.
- Gunung Anak Krakatau memasuki fase erupsi Strombolian episodik setelah periode erupsi menerus selama 25 jam berakhir.
- BNPB melarang masyarakat beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif serta meminta warga tidak mempercayai isu tsunami tidak resmi.
Suara.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih bertahan pada Level III atau Siaga. Meski periode erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir, aktivitas vulkanik gunung api tersebut belum sepenuhnya mereda.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan status Siaga dipertahankan karena probabilitas terjadinya letusan lanjutan masih tinggi.
"Berdasarkan perkembangan aktivitas tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga). Probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya dinilai masih tinggi," kata dia di Jakarta, Jumat.
Berton menjelaskan Gunung Anak Krakatau kini memasuki fase erupsi Strombolian episodik setelah periode erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam sejak 4 September berakhir.
Fase tersebut tercatat telah terjadi sebanyak 14 kali hingga Jumat pagi.
Aktivitas kegempaan juga menunjukkan adanya dinamika magma di dalam tubuh gunung. Gempa vulkanik dangkal memang mengalami penurunan, tetapi gempa vulkanik dalam justru meningkat.
Kondisi itu mengindikasikan masih berlangsungnya suplai magma dari kedalaman.
Hasil pengamatan pada 10-11 September 2026 mencatat satu kali gempa erupsi, 21 kali gempa Low Frequency, 13 kali gempa Hybrid, 28 kali gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Vulkanik Dalam, serta tremor menerus.
Dengan kondisi tersebut, sejumlah potensi bahaya masih harus diwaspadai. Ancaman meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.
BNPB pun mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Di sisi lain, masyarakat pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.
BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai isu tsunami yang dikaitkan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau apabila informasi tersebut tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.