- Pemerintah Kota dan Kamar Dagang Taranto, Italia, menolak hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi ke pemerintah Indonesia pada 2026.
- Pihak Italia berencana mengubah kapal bersejarah tersebut menjadi pusat museum maritim guna meningkatkan ekonomi dan pariwisata lokal.
- DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia berdasarkan hasil rapat paripurna Juli 2026.
Suara.com - Hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia ke Indonesia ternyata sudah beberapa bulan lalu ditolak oleh masyarakat hingga lembaga pemerintahan tingkat kota Negeri Pizza.
Pemerintah Kota Taranto dan Kamar Dagang setempat kompak menolak hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia.
Mengutip dari laporan Taranto Today pada 26 Maret 2026, dua lembaga tersebut mendorong agar kapal bersejarah itu tetap berada di Italia dan diubah menjadi pusat museum maritim.
Wali Kota Taranto, Piero Bitetti, menegaskan dukungan penuh terhadap upaya menggagalkan hibah tersebut.
Piero Bitetti menyebut langkah ini penting untuk menjaga nilai sejarah sekaligus mendorong ekonomi lokal.
![Media Italia Bongkar Hibah Kapal Induk ke Pemerintah Indonesia: Ada Kontrak Rp25 T? [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/21/47881-its-giuseppe-garibaldi.jpg)
“Pemerintah Kota Taranto mendukung setiap langkah untuk mencegah penyerahan kapal ini kepada Republik Indonesia,” ujar Bitetti dalam pernyataannya.
Ia juga meminta pertemuan mendesak dengan Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto.
Bitetti menilai keberadaan kapal tersebut dapat menjadi bagian dari strategi besar memperkuat sektor pertahanan dan ekonomi kota.
Selain itu, langkah ini juga diyakini mampu melindungi lapangan kerja serta menarik investasi baru.
Sementara itu, Presiden Kamar Dagang Brindisi-Taranto, Vincenzo Cesareo, mengungkapkan adanya minat investor swasta untuk mendukung proyek tersebut.
Ia mengusulkan kawasan bekas stasiun torpedo direvitalisasi menjadi pusat wisata terpadu.
Menurut Cesareo, area itu dapat dikembangkan bersama fasilitas olahraga untuk Mediterranean Games dan kapal Garibaldi sebagai ikon utama.
Kapal tersebut direncanakan menjadi museum sekaligus fasilitas akomodasi wisata.
“Sudah ada ketertarikan nyata dari sejumlah investor untuk membiayai pengembangan kawasan ini,” kata Cesareo.
Ia optimistis proyek ini bisa menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata Taranto.
Dukungan terhadap rencana ini juga diperkuat dengan keterlibatan keturunan Giuseppe Garibaldi yang akan membantu proses kurasi museum.
Hal ini dinilai menambah nilai historis sekaligus daya tarik internasional.
Sementara itu, rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.
Keputusan ini diambil secara bulat setelah melalui pembahasan di Komisi I DPR.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Djiwandono, menegaskan bahwa seluruh fraksi menyetujui usulan tersebut.
“Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri,” ujarnya dalam rapat.
Ia menjelaskan bahwa persetujuan itu merujuk pada surat Menteri Pertahanan RI bernomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026.