- Sebanyak 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan belajar bergantian siang hari sejak akhir 2024.
- Gedung sekolah roboh memaksa kegiatan ekstrakurikuler disisipkan di luar jam belajar utama yang berlangsung hingga sore.
- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino meninjau lokasi dan memastikan pembangunan sekolah dianggarkan pada 2026.
Suara.com - Sebanyak 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan masih harus menjalani sistem belajar bergantian (shift) dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sejak gedung sekolah mereka roboh pada akhir 2024.
Akibat kondisi tersebut, sebagian siswa terpaksa masuk sekolah pada siang hingga sore hari.
"Dari jam 13.00 sampai dengan jam 17.30," ungkap Kepala Sekolah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Kenhayati Dwi, Kamis (23/7/2026).
Selain jam belajar yang berubah, kegiatan ekstrakurikuler bagi 270 siswa itu kini hanya bisa disisipkan di luar jam sekolah.
"Misalnya ada yang agak pagi gitu. Kami atur, pokoknya kami atur semua jamnya," papar Kenhayati.
Persoalan ini kembali menjadi sorotan setelah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09.

"Kami dari DPRD DKI Jakarta mengajukan permohonan maaf untuk masyarakat Jakarta terhadap permasalahan ini, yang sepatutnya memang tidak terjadi. Tetapi adapun hal-hal memang yang harusnya bisa kami selesaikan dengan tepat, alhamdulillah sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur bahwa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan segera ada pembangunan untuk SD 9 dan 11 Kebayoran Lama Selatan ini," kata Wibi.
Wibi juga meminta para orang tua murid untuk tetap bersabar di tengah keterbatasan yang ada saat ini.
"Kami paham ada beberapa kendala. Hari ini kami kehilangan 120 menit untuk anak-anak itu mengenyam pendidikan. Jadi 120 menit ini harus kita kembalikan," kata politikus NasDem tersebut.
Ia juga menyampaikan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk kemungkinan pembukaan kelas darurat bagi sekolah-sekolah yang kondisinya mendesak.
"Ada beberapa usulan, nanti akan kami sampaikan kepada Bu Chica dan teman-teman di Komisi E. Jadi, tolong diinventaris mana sekolah-sekolah yang kiranya sudah memang harus saatnya direhabilitasi, tolong disampaikan segera. Jangan menunggu sampai ada masalah dulu, baru itu disampaikan," tutur Wibi.
Wibi menegaskan agar persoalan serupa tidak lagi terulang di tengah rencana besar Jakarta menuju kota global.
"Saya sebagai pimpinan juga meminta rekan-rekan di Komisi E lebih aktif lagi dalam rapat-rapat kerja. Kalau memang ini adalah anggaran prioritas, kami dorong dan kami pastikan ini menjadi teralokasi untuk Anggaran Perubahan 2026," tegasnya.
Dengan adanya usulan tersebut, publik kini menanti realisasi pembangunan kembali sekolah agar para siswa dapat kembali belajar secara optimal.