Pakar Ingatkan Kepala BGN Jangan Cuma Awasi Dapur MBG: Rantai Pangan dari Petani Juga Harus Dijaga

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:40 WIB
Pakar Ingatkan Kepala BGN Jangan Cuma Awasi Dapur MBG: Rantai Pangan dari Petani Juga Harus Dijaga
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kedua kiri) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kiri) menyapa staf BGN saat tiba di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama]
baca 10 detik
  • Profesor Tjandra Yoga Aditama menyampaikan masukan kepada Kepala BGN Sudaryono di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026.
  • Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis harus mencakup seluruh rantai pangan secara menyeluruh dari produksi hingga pengelolaan limbah.
  • Badan Gizi Nasional didorong menerapkan sistem monitoring dan evaluasi jangka panjang guna mewujudkan kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Suara.com - Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dinilai menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pengawasan program tersebut diminta tidak hanya berfokus pada dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pakar kesehatan masyarakat Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menekankan keamanan pangan dalam program MBG harus diawasi secara menyeluruh, mulai dari proses produksi bahan pangan hingga pengelolaan limbah setelah makanan dikonsumsi.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian Kepala BGN yang baru dalam memperbaiki pelaksanaan program MBG.

Pertama, kata dia, dengan memastikan prinsip utama bahwa makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi.

Untuk itu, Tjandra mengingatkan pentingnya menjadikan temuan ilmiah sebagai rujukan.

Ia menyinggung publikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Juni 2026 yang menunjukkan besarnya dampak pangan tidak aman terhadap kesehatan masyarakat.

"Dapat dilihat dan dikaji publikasi WHO Juni 2026 'Unsafe food causes 866 million illness and 1.5 million death'," kata Tjandra di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Masukan kedua, lanjut Tjandra, perlunya pemahaman utuh terhadap rantai penyediaan makanan atau from farm to plate.

baca juga

Ia menegaskan, kualitas pangan tidak cukup dijaga di dapur SPPG maupun sekolah, melainkan sejak bahan pangan diproduksi hingga limbah makanan dikelola.

"Jadi yang harus dijaga mutunya bukan hanya di SPPG dan di sekolah tetapi mulai dari pertanian/peternakan, transportasi dan penyimpanan di gudang yang terjamin mutunya, lalu tentu bagaimana proses masak di SPPG, transportasi dari SPPG ke sekolah, kebiasaan makan di sekolah sampai ke pembuangan limbahnya. Semua mata rantai harus terjaga baik," tutur Tjandra.

Makan Bergizi Gratis (jabarprov.go.id)
Makan Bergizi Gratis (jabarprov.go.id)

Selain itu, ia juga mendorong BGN mulai menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi sejak sekarang.

Menurut Tjandra, evaluasi tersebut setidaknya dilakukan melalui dua cara.

Pertama, survei kepuasan pengguna program, mulai dari murid, orang tua, guru, hingga pihak terkait lainnya. Kedua, melakukan studi kohort dalam jangka panjang untuk mengukur dampak kesehatan dari Program MBG secara ilmiah.

"Masukan ke tiga adalah agar sejak sekarang dilakukan dua jenis monitoring dan evaluasi," ucapnya.

Ia menilai pendekatan tersebut penting agar pengambilan kebijakan terkait MBG tidak hanya didasarkan pada pelaksanaan program semata, tetapi juga pada bukti ilmiah.

"Dengan pendekatan ilmiah ini maka akan terwujud 'evidence-based public policy', kebijakan publik berdasar bukti ilmiah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditunjuk Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Diberi Tugas Berat Ini oleh Zulhas

Ditunjuk Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Diberi Tugas Berat Ini oleh Zulhas

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:30 WIB

Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel

Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:02 WIB

Purbaya Bocorkan Skema Efisiensi Anggaran BGN, Orang Kaya Bisa Tolak MBG

Purbaya Bocorkan Skema Efisiensi Anggaran BGN, Orang Kaya Bisa Tolak MBG

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:43 WIB

Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik

Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×