Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:21 WIB
Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional
Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang kini tidak aman gara-gara ancaman milisi Houthi asal Yaman. [Suara.com/Google Maps]
baca 10 detik
  • Indonesia mengecam keras serangan kapal komersial di Laut Merah karena melanggar hukum internasional.

  • Kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker Arab Saudi menggunakan rudal dan drone di Laut Merah.

  • Pemerintah Indonesia mendesak penghentian eskalasi dan mendorong penyelesaian konflik Yaman secara damai.

Suara.com - Aksi brutal terhadap kapal-kapal dagang tanker di perairan Laut Merah memicu gejolak ekonomi dunia dan mengancam jalur perdagangan global.

Pemerintah Indonesia langsung mengambil sikap tegas dengan mengecam keras aksi yang merusak ketenangan jalur pelayaran internasional tersebut.

Sikap ini menjadi sinyal kuat bahwa gangguan keamanan laut bukan lagi sekadar konflik lokal, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas dunia.

Menteri Luar Negeri Sugiono (Suara.com/Novian)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Suara.com/Novian)

Indonesia meminta semua pihak yang berselisih untuk segera menurunkan tensi militer demi mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi yang lebih parah.

Pemerintah juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap hukum laut internasional seperti Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Aturan global ini mengatur batas wilayah maritim, perlindungan lingkungan laut, hingga hak setiap negara dalam memanfaatkan lautan secara damai.

Serangan terhadap moda transportasi komersial dinilai telah menginjak-injak prinsip dasar keselamatan pelayaran internasional.

"Tindakan penyerangan tersebut melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI melalui X, Jumat.

Di tengah memanasnya situasi maritim, Jakarta tetap konsisten mendorong jalan damai untuk menyelesaikan perselisihan internal Yaman.

baca juga

Indonesia percaya bahwa masa depan politik Yaman harus ditentukan secara inklusif oleh rakyatnya sendiri tanpa intervensi asing.

Meski begitu, peran PBB tetap vital sebagai fasilitator resmi yang menjamin kedaulatan serta keutuhan wilayah Yaman.

Eskalasi di jalur laut vital ini kembali membara setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi.

Pemberontak tersebut menuding dua armada komersial itu telah menerobos aturan blokade laut yang mereka tetapkan secara sepihak.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengonfirmasi peluncuran rudal balistik, rudal jelajah, serta drone menuju sasaran.

Dua kapal tanker yang dihantam rudal dan drone tersebut diidentifikasi sebagai ENCELIA dan LAYLA.

Sarea menuduh kedua kapal melanggar embargo militer Houthi terkait aktivitas pembongkaran muatan di pelabuhan Arab Saudi.

Insiden Ledakan dan Kebakaran Kapal

Laporan terpisah dari Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) memperkuat bukti terjadinya serangan mematikan tersebut.

UKMTO mendeteksi insiden berbahaya yang menimpa sebuah kapal tanker di posisi 70 mil laut barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi.

Nakhoda kapal mengabarkan hantaman proyektil misterius yang memicu kobaran api hebat di atas geladak.

Seluruh kru kapal dilaporkan berjuang keras memadamkan api di tengah ancaman serangan susulan.

Krisis Laut Merah ini merupakan buntut panjang dari perang saudara yang meremukkan Yaman sejak akhir 2014.

Kala itu, kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman.

Kondisi tersebut memicu koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi sejak 2015 untuk membela pemerintah resmi Yaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi

Buntut Serangan Rudal ke Tanker Arab Saudi, Dunia Terancam Krisis BBM Lagi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:32 WIB

Perang Meluas, Houthi Yaman Tembak 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb

Perang Meluas, Houthi Yaman Tembak 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:29 WIB

Selat Hormuz Lumpuh, Kapal Tanker Bisa Melintas Kalau Punya Ordal di Iran

Selat Hormuz Lumpuh, Kapal Tanker Bisa Melintas Kalau Punya Ordal di Iran

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?

Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?

Bali | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:21 WIB

Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional

Indonesia Geram Tanker Arab Saudi Dirudal di Laut Merah: Itu Pelanggaran Hukum Internasional

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:21 WIB

Terkuak, Alasan Kejagung Keluarkan Sprindik TPPU Keempat di Kasus Febrie Adriansyah

Terkuak, Alasan Kejagung Keluarkan Sprindik TPPU Keempat di Kasus Febrie Adriansyah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:18 WIB

Rayakan Hari Kebaya Nasional dengan 4 Brand Kebaya Mulai Rp100 Ribuan

Rayakan Hari Kebaya Nasional dengan 4 Brand Kebaya Mulai Rp100 Ribuan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:12 WIB

Investor Cari Cuan di Saham Konglo, IHSG Tertekan ke Level 6.200 pada Sesi I

Investor Cari Cuan di Saham Konglo, IHSG Tertekan ke Level 6.200 pada Sesi I

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:10 WIB

11 Orang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Washington

11 Orang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Washington

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:02 WIB

Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia

Lamine Yamal dan Erling Haaland: Wajah Baru Pemain Termahal Dunia

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:00 WIB

Sarwendah Sekarang Kerja Apa? Tahan Tangis Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak

Sarwendah Sekarang Kerja Apa? Tahan Tangis Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak

Entertainment | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:57 WIB

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:53 WIB

Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk

Apa Itu INSP Prancis? Jadi Inspirasi Universitas Republik Indonesia Dibentuk

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:51 WIB

×