- PM Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa pekan depan.
- Pertemuan resmi di Washington itu dilakukan di tengah eskalasi konflik regional, perang di Gaza, dan krisis kemanusiaan akut.
- Presiden Trump menegaskan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap selama kunjungannya di Amerika Serikat meskipun menghadapi dakwaan ICC.
Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa pekan depan.
Kunjungan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta perang yang terus berlangsung di Gaza.
Kantor Netanyahu menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan resmi ke Washington.
Selain bertemu Trump, Netanyahu juga akan menghadiri pemakaman Senator Lindsey Graham, salah satu pendukung kuat Israel di Kongres AS yang wafat pekan lalu.
“Atas undangan Presiden Trump, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan berangkat ke Washington untuk kunjungan resmi,” demikian pernyataan kantor Netanyahu seperti dinukil dari Aljazeera.
![potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/94244-potret-pm-israel-benjamin-netanyahu.jpg)
Ini akan menjadi kunjungan ketujuh Netanyahu ke Gedung Putih sejak masa jabatan kedua Trump.
Frekuensi tersebut menegaskan eratnya hubungan politik antara kedua negara di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Pertemuan ini berlangsung saat konflik dengan Iran kembali meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata sebelumnya runtuh.
Militer AS dilaporkan telah melancarkan serangan selama 13 malam berturut-turut, sementara Iran membalas dengan serangan ke aset-aset AS di kawasan.
Ketegangan juga meluas ke Lebanon, di mana operasi militer Israel berpotensi menggagalkan upaya diplomatik yang sedang dimediasi Washington.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait penarikan pasukan Israel dari wilayah yang disengketakan.
Di sisi lain, perang di Gaza terus menuai sorotan global.
Data otoritas kesehatan setempat menyebutkan lebih dari 73 ribu warga Palestina tewas sejak konflik dimulai, termasuk lebih dari seribu korban setelah gencatan senjata diumumkan.
Kondisi kemanusiaan di Gaza pun kian memburuk.
Laporan badan PBB memperkirakan sekitar 1,4 juta orang menghadapi krisis pangan akut di wilayah tersebut.
Kunjungan Netanyahu ke AS juga dibayangi kontroversi hukum internasional.
Ia diketahui telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sempat menyerukan agar Netanyahu ditangkap saat berada di AS.
Namun, ia kemudian mengakui tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya.
Presiden Trump sendiri menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan penangkapan tersebut.
“Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dalam bentuk apa pun, selama berada di Amerika Serikat,” tulis Trump di media sosialnya.