- Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri akibat gelombang protes mahasiswa Revolusi Kecoak di India.
- Pemerintah merespons tuntutan dengan menjanjikan kompensasi bagi keluarga korban dan menghentikan proses hukum demonstran tertentu.
- Kelompok CJP menghentikan sementara aksi untuk menyusun strategi baru serta merencanakan perluasan agenda gerakan mendatang.
Suara.com - Gelombang protes mahasiswa yang dikenal sebagai Revolusi Kecoak memasuki babak baru setelah Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri.
Aksi yang dipimpin kelompok Cockroach Janta Party (CJP) itu untuk sementara dihentikan, namun para aktivis menegaskan perjuangan belum usai.
Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menegaskan gerakan akan kembali.
“Ini bukan akhir. Kami akan bertemu lagi segera,” ujarnya.
Pengunduran diri Pradhan dinilai sebagai pukulan telak bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Analis menyebut tekanan publik dari generasi muda telah merusak citra kepemimpinan kuat yang selama ini dibangun pemerintah.
![Dari Meme ke Jalanan: Revolusi Kecoak Guncang India hingga Menteri Pendidikan Mundur [BBC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/27/64084-cockroach-janata-party.jpg)
Sejumlah tuntutan utama mulai direspons pemerintah, termasuk kompensasi bagi keluarga mahasiswa yang terdampak kebocoran ujian.
Pemerintah menjanjikan bantuan maksimal sesuai aturan, meski aktivis menuntut angka lebih besar bagi puluhan keluarga korban.
Selain itu, pemerintah juga memberi sinyal tidak akan melanjutkan proses hukum terhadap demonstran di wilayah tertentu.
Namun, laporan penangkapan di sejumlah negara bagian masih terjadi, memicu kritik baru terhadap aparat keamanan.
CJP juga menuntut permintaan maaf dari kepolisian atas tindakan represif saat demonstrasi 20 Juli.
Hingga kini, tuntutan tersebut belum mendapat tanggapan resmi, meski tekanan publik terus meningkat.
Ke depan, arah gerakan masih belum sepenuhnya jelas.
Juru bicara CJP menyebut mereka tengah beristirahat dan menyusun ulang strategi sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Kami ingin membawa gerakan ini ke akar rumput dan fokus pada satu isu dalam satu waktu,” kata salah satu anggota CJP.
Mereka juga membuka kemungkinan memperluas agenda, tidak hanya pada isu pendidikan.
Analis politik seperti dinukil dari Al Jazeera, menilai CJP masih mencari bentuk, termasuk apakah akan masuk ke ranah politik elektoral.
Minimnya pengalaman politik para pemimpinnya menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga momentum gerakan.
Sementara itu, oposisi ikut memanfaatkan situasi dengan menekan pemerintah.
Rahul Gandhi mendesak pertanggungjawaban atas kekerasan terhadap mahasiswa dan menuntut tindakan terhadap aparat yang terlibat.