- Koalisi Masyarakat Sipil mendesak penegak hukum mengusut tuntas kematian Sutrimo secara transparan pada Senin 27 Juli 2026.
- Sutrimo yang merupakan Kepala Rumah Tangga eks Jampidsus ditemukan tewas di kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
- Polisi melakukan olah TKP di klinik kecantikan dan pihak koalisi meminta pengawasan ketat dari lembaga negara.
Komnas HAM, LPSK, Kompolnas, dan Ombudsman sesuai mandat masing-masing untuk melakukan pengawasan, memastikan perlindungan saksi dan keluarga, serta mencegah maladministrasi maupun konflik kepentingan.
LPSK juga diminta untuk memberikan perlindungan terhadap keluarga korban dan saksi, serta memastikan pemulihan bagi keluarga korban.
Presiden juga diminta untuk memberikan atensi khusus untuk memastikan semua pihak menghormati prinsip fair trial, sekaligus menjamin hak publik atas informasi dipenuhi melalui pembaruan berkala yang akurat, proporsional, dan berbasis bukti.
DPR dan Pemerintah menjadikan perkara ini sebagai momentum memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga dan pekerja domestik, termasuk pengakuan relasi kerja, perlindungan keselamatan, dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses.
![Polisi Geledah Klinik Tempat Karumga Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas. [Suara.com/Cornelius]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/27/54487-polisi-geledah-klinik-tempat-karumga-febrie-adriansyah-ditemukan-tewas.jpg)
Koalisi Masyarakat Sipil ini terdiri dari DeJure, Imparsial, Centra Initiative, Raksha Initiatives, Indonesia Risk Center, dan HRWG.
Ditemukan Tewas
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dengan kondisi mulut dan hidung berbusa di klinik kecantikan Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ia kemudian dibawa, ke rumah sakit Gandaria oleh 4 orang. Namun setibanya di rumah sakit, Sutrimo sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Keninian, polisi melakukan olah TKP dengan melibatkan Puslabfor Polri di klinik tersebut. Namun belum ada keterangan resmi soal sampel apa saja yang dibawa dari lokasi kematian Sutrimo.