Ngaku Baru Tahu Negara Bocor Setelah Jadi Presiden, Prabowo Dinilai Cuma Omon-omon Tanpa Solusi

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:12 WIB
Ngaku Baru Tahu Negara Bocor Setelah Jadi Presiden, Prabowo Dinilai Cuma Omon-omon Tanpa Solusi
Presiden Prabowo Subianto berpidato di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2027). (foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan baru mengetahui besarnya masalah negara saat Sidang Kabinet di Jakarta, Senin (20/7/2026).
  • Isnaini Muallidin menilai pernyataan tersebut menunjukkan kelemahan kepemimpinan karena minim konsep penyelesaian dan kajian teknokratik berbasis data.
  • Pola komunikasi pemerintah dikhawatirkan mengalihkan perhatian publik dari masalah internal serta berpotensi menggerus tingkat kepercayaan masyarakat.

Suara.com - Pengakuan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku baru mengetahui besarnya persoalan Indonesia setelah menjadi kepala negara justru menuai sorotan.

Alih-alih dinilai sebagai bentuk keterbukaan, pernyataan itu, Prabowo justru disebut memperlihatkan lemahnya kepemimpinan.

Hal itu diungkap Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026) lalu. Salah satu yang disebut adalah bocornya kekayaan negara dari sektor perdagangan.

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Isnaini Muallidin, menilai Prabowo selama ini lebih banyak membangun politik narasi dibanding menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi pemerintahannya.

Menurut Isnaini, pernyataan Prabowo memperlihatkan paradoks. Di satu sisi presiden terus berbicara soal kebocoran anggaran dan pentingnya efisiensi.

Namun di sisi lain dinilai tidak memiliki konsep yang utuh untuk menjelaskan penyebab maupun jalan keluar dari persoalan tersebut.

"Beliau itu lebih pada asumsi-asumsi yang dibangun dengan emosional. Sementara apa yang disampaikan dengan apa yang dijanjikan, itu berbeda. Ada gap itu," kata Isnaini kepada Suara.com, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai narasi yang disampaikan Prabowo lebih banyak dibangun dari persepsi pribadi ketimbang didukung data dan kajian teknokratik. Padahal, seorang presiden semestinya berbicara berdasarkan fakta, konsep, dan informasi yang diperkuat para pembantunya.

"Narasinya itu narasi emosional dibandingkan konsep. Jadi beliau hanya politik anggaran yang berbasis narasi, bukan berbasis konseptual yang diperkuat oleh data-data," ucapnya.

baca juga

Gaya komunikasi Prabowo, kata dia, telah gagal menjalankan fungsi dasar seorang kepala negara, yakni menenangkan masyarakat di tengah banyaknya persoalan. Sebaliknya, hampir setiap pidato justru memantik polemik baru dan memperpanjang perdebatan publik.

"Sebagai presiden itu harusnya dia menenangkan, memberikan perspektif, memberikan jawaban-jawaban yang strategis. Tapi coba dengar dari awal pidato sampai sekarang itu kontroversi saja," ujarnya.

Lebih jauh, Isnaini menduga narasi soal kebocoran negara yang terus diulang bukan sekadar pesan politik biasa.

Menurutnya, isu tersebut bisa dibaca sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari berbagai persoalan besar yang muncul di internal pemerintahan, mulai dari kasus korupsi hingga konflik antarpenegak hukum.

"Presiden ingin mengalihkan itu justru. Dia bernarasi itu ingin membersihkan diri tapi dia sendiri itu tidak mampu untuk melakukan sebuah antisipasi terhadap problem itu," tandasnya.

Menurutnya, persoalan tersebut diperparah oleh lingkaran kekuasaan yang lebih memilih menyenangkan presiden daripada menyampaikan kritik. Akibatnya, evaluasi terhadap berbagai program pemerintah nyaris tidak terdengar meski berulang kali menuai persoalan di lapangan.

"Berarti ada sesuatu yang bermasalah di manajerial Prabowo sendiri," ucapnya.

Ia mengingatkan, jika pola komunikasi yang hanya mengandalkan narasi tanpa solusi terus dipertahankan, maka kepercayaan publik berpotensi terus tergerus.

"Narasi itu kan tidak ada solutif. Justru mengambangkan masalah. Narasi ya sebagai narasi saja yang dia ungkapkan, sehingga banyak kontroversi justru melahirkan sebuah masalah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI

Prabowo Jajal Kereta Mewah Nusantara Explorer, Intip Kemewahan Luxury Sleeper Train Buatan KAI

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:48 WIB

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:41 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Bahas Skandal Asusila Bill Clinton, Deny Indrayana Ingatkan Prabowo Soal 3 Hal Bikin Rezim Runtuh

Bahas Skandal Asusila Bill Clinton, Deny Indrayana Ingatkan Prabowo Soal 3 Hal Bikin Rezim Runtuh

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:54 WIB

Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja

Prajurit TNI dan Pegawai Kemenhan 'Full Senyum', Prabowo Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:25 WIB

Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur

Inggris Punya Dana Segar Rp96,64 Triliun untuk Prabowo Bangun Infrastruktur

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

Beda dengan SBY dan Jokowi, Tren Elektabilitas Prabowo Melemah di Awal Masa Jabatan

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×