-
Colin Lau pensiun usia 35 tahun setelah membeli rumah tunai tanpa utang bank.
-
Lau memenuhi kebutuhan bulanan dari hasil menyewakan kamar dan klaim asuransi terencana.
-
Seluruh biaya perawatan medis Lau senilai S$146.000 berhasil ditutup oleh asuransi kesehatan.
“Anda bisa membeli apartemen seharga jutaan dolar. Pilihannya ada di tangan Anda. Saya memutuskan untuk membeli yang murah, dan saya punya banyak uang untuk digunakan. Saya tidak khawatir tentang uang karena saya tidak suka mengkhawatirkan uang,” kata Lau.
Pilihan pensiun dini memaksa Lau melepas keinginan memiliki hunian besar maupun keturunan. Ia mengalihkan seluruh hiburannya pada aktivitas mental yang tidak membutuhkan biaya.
“Kesenangan saya semuanya bersifat mental, seperti mendengarkan musik, membaca, mendengarkan podcast, mempelajari sesuatu, dan kesenangan mental semacam itu kebetulan gratis,” terangnya.
“Saya bahagia dengan apa yang saya miliki saat ini. Saya memanfaatkannya dengan baik,” tegas Lau.
Gaya hidup hemat Lau juga mencakup penggunaan barang bekas layak pakai hasil temuan di tempat pembuangan sampah, termasuk tempat tidur utamanya. Selain itu, ia mengelola kegiatan sosial penyaluran barang bantuan bagi masyarakat kurang mampu di Manila.
Ujian terberat dalam fase pensiunnya terjadi saat ia harus menjalani perawatan rumah sakit selama 62 hari akibat masalah kesehatan serius. Biaya tagihan medis sebesar 146.000 dolar Singapura seluruhnya terover oleh asuransi kesehatan serta tabungan medis pemerintah.
“Kami hanya membayar 20 persen. Namun 20 persen masih tetap banyak,” jelas Lau.
“Dua persen berasal dari MediSave saya, dan 18 persen dari asuransi,” sambungnya.
Meskipun tidak mengeluarkan uang pribadi pada perawatan tersebut, Lau menyadari pentingnya alokasi dana khusus untuk perawatan masa tua dan panti jompo. Pengalaman tersebut memperkuat simpulannya mengenai efektivitas gaya hidup hemat dalam meredam kecemasan finansial.
“Khawatir tentang uang itu tidak menyenangkan. Gaya hidup hemat adalah cara terbaik untuk memusnahkannya,” ucap Lau.
Fenomena pensiun dini di usia muda kini semakin menjadi perhatian global seiring tingginya biaya hidup dan ketidakpastian pasar kerja. Di Singapura, tingginya harga properti dan skema cicilan jangka panjang kerap menjadi beban utama yang mengikat pekerja hingga usia pensiun normal. Langkah Colin Lau memberikan preseden alternatif terhadap konsep Financial Independence, Retire Early (FIRE) melalui penekanan ekstrem pada efisiensi biaya hidup dan kepemilikan aset tanpa utang.