Viral Budi Arie Singgung Perubahan Politik Sebelum 2029, Kepala Bakom Qodari Ogah Beri Tanggapan

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Viral Budi Arie Singgung Perubahan Politik Sebelum 2029, Kepala Bakom Qodari Ogah Beri Tanggapan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Kepala Bakom RI Muhammad Qodari enggan menanggapi pernyataan Budi Arie mengenai potensi percepatan politik sebelum tahun 2029 di Jakarta pada Rabu (26/8/2026).
  • Budi Arie memprediksi potensi perubahan politik yang terjadi lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029 saat bersama Jokowi, seperti diunggah di media sosial.
  • Sekjen Projo Freddy Alex Damanik mengklarifikasi bahwa video tersebut membahas skenario kebangsaan dan Jokowi meminta relawan tetap tenang.

Namun, melalui klarifikasi Freddy, Projomenekankan bahwa video yang beredar merupakan potongan dari diskusi yang lebih luas mengenai berbagai kemungkinan dan situasi kebangsaan.

Klarifikasi Projo

Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan klarifikasi terkait beredarnya potongan video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan terjadinya "percepatan" politiksebelum 2029.

Freddy menegaskan, video yang beredar di media sosial bukan merupakan rekaman utuh. Menurutnya, pernyataan Budi Arie dalam video tersebut merupakan bagian dari pembahasan mengenai berbagai kemungkinan atau skenario politik.

"Saya Freddy Alex Damanik, Sekjen DPP Projo, ingin memberikan penjelasan untuk menanggapi beredarnya potongan video di media sosial yang menggambarkan pandangan Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, tentang situasi politik saat ini," ujar Freddy dalam video resmi yang dikirimkan Budi Arie kepada Suara.com, Selasa (25/8/2026).

Freddy menjelaskan, konteks pembicaraan Budi Arie dalam video tersebut tidak dapat dilepaskan dari diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut.

"Yang pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan," jelas Freddy.

Ia kemudian menjelaskan latar belakang pertemuan yang dihadiri Budi Arie dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Freddy, forum tersebut merupakan kegiatan silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Jokowi dan para relawannya.

baca juga

"Yang kedua, forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Joko... Bapak Jokowi dengan para relawannya," kata Freddy.

Dalam kesempatan tersebut, kata Freddy, terdapat diskusi internal singkat yang membahas situasi kebangsaan terkini.

"Yang ketiga, dalam kesempatan tersebut, ada diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini," ujarnya.

Relawan Beri Masukan kepada Jokowi

Freddy mengatakan diskusi tersebut juga menjadi ruang bagi para relawan untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi bangsa.

Masukan itu, menurut dia, ditujukan untuk membantu memetakan persoalan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

"Yang keempat, berbagai masukan untuk menyikapi situasi saat ini dibahas oleh para peserta untuk bisa memetakan persoalan dan solusi perbaikannya," lanjut Freddy.

Ia menambahkan, para relawan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Jokowi dengan harapan dapat diteruskan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Hal itu, kata Freddy, berkaitan dengan hubungan dan komunikasi Jokowi dengan Prabowo yang dinilai tetap dekat dan akrab.

"Yang kelima, hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan Beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan-perbaikan bangsa ke depannya," tutur Freddy.

"Karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo terjalin erat dan akrab," sambungnya.

Jokowi Minta Relawan Tetap Tenang

Freddy kemudian mengungkapkan respons Jokowi setelah mendengarkan berbagai pandangan yang disampaikan para relawan.

Menurut Freddy, Jokowi meminta para relawan tetap tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi nasional saat ini.

"Yang keenam, Pak Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan terhadap situasi yang berkembang saat ini, sebelum akhirnya Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang," kata Freddy.

Jokowi, lanjut Freddy, menilai situasi nasional masih dalam kondisi baik. Ia juga menyinggung pertumbuhan ekonomi dan inflasi sebagai indikator kondisi ekonomi saat ini.

"Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Geng Solo Disebut Bergerak Tunggangi Gelombang Kekecewaan Publik

Saat Geng Solo Disebut Bergerak Tunggangi Gelombang Kekecewaan Publik

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:37 WIB

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Gerindra Respons Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

Gerindra Respons Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu Dipercepat

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Gerindra Tak Terpengaruh Isu Percepatan Pemilu 2029: Fokus Kawal Program Prabowo

Gerindra Tak Terpengaruh Isu Percepatan Pemilu 2029: Fokus Kawal Program Prabowo

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×