- Polri menyatakan situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
- Boni Hargens menilai aparat keamanan nasional telah siap berkolaborasi menghadapi berbagai skenario potensi ancaman.
- Tiga faktor risiko utama meliputi rumor publik, ketakutan masyarakat, serta kehadiran penumpang gelap dalam aksi.
Tiga Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Di balik klaim situasi keamanan yang kondusif, Boni Hargens mengidentifikasi kombinasi tiga faktor risiko yang berpotensi mengubah demonstrasi normatif menjadi situasi yang kompleks dan problematis bagi keamanan nasional.
Faktor pertama adalah rumor yang beredar di ruang publik dan media sosial, yang dapat membentuk persepsi ancaman berlebihan serta memicu reaksi berantai.
Faktor kedua adalah ketakutan masyarakat yang dapat mengubah perilaku kolektif secara signifikan hingga memperparah eskalasi situasi di lapangan.
Faktor ketiga adalah potensi kehadiran penumpang gelap (free-riders) yang memanfaatkan momentum untuk kepentingan di luar agenda resmi pengunjuk rasa.
"Demonstrasi itu sendiri bisa berjalan secara normatif, namun kombinasi rumor, ketakutan masyarakat, dan kehadiran penumpang gelap dapat mengubah situasi menjadi ancaman nyata bagi keamanan nasional," ujar Boni.