GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo: Jangan Klaim Diri Merepresentasikan Rakyat

M Nurhadi

Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:10 WIB
GPI Ajak Warga Tak Terprovokasi Aksi Demo: Jangan Klaim Diri Merepresentasikan Rakyat
Gerakan Pemuda Islam meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi, jelang aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di DPR, Kamis (27/8) besok. Konferensi pers itu digelar di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Velodrome, Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).
baca 10 detik
  • Gerakan Pemuda Islam mendeklarasikan penjagaan kondusivitas di Gedung KNPI Jakarta Timur pada Rabu 26 Agustus 2026.
  • Deklarasi tersebut menolak provokasi dan klaim sepihak Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menjelang aksi unjuk rasa di DPR pada Kamis 27 Agustus.
  • Ketua Umum PP GPI Khoirul Amin menegaskan bahwa unjuk rasa dilindungi undang-undang tetapi harus menghindari tindakan anarkis.

Suara.com - Gerakan Pemuda Islam mendeklarasikan sikap menjaga kondusivitas serta meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi, jelang aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di DPR, Kamis (27/8) besok. 

Deklarasi tersebut dilaksanakan di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Velodrome, Jakarta Timur, pada Rabu (26/8/2026).

Dalam pernyataan resminya, GPI menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik yang semakin tajam.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GPI, Khoirul Amin, menegaskan meskipun demonstrasi adalah hak yang dilindungi undang-undang, pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan etika berbangsa.

Khoirul Amin dalam orasinya menyatakan, demokrasi adalah pilar penting dalam kehidupan bernegara.

Namun, ia mengingatkan agar momen penyampaian aspirasi tidak dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu konflik horizontal.

"GPI menolak berbagai bentuk provokasi yang bisa memecah belah persatuan serta kesatuan bangsa. Kami juga menolak upaya menggunakan isu-isu rakyat tapi untuk membangun permusuhan, memperkeruh suasana maupun adu domba," kata Khoirul.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran publik mengenai masuknya narasi-narasi provokatif di media sosial yang dapat memicu gesekan fisik di lapangan.

GPI menilai, menjaga suasana tetap dingin adalah tugas kolektif, terutama bagi elemen pemuda yang seringkali berada di garis depan gerakan massa.

baca juga

Salah satu poin krusial dalam deklarasi GPI adalah mengenai penggunaan narasi "atas nama rakyat" oleh kelompok tertentu.

GPI memberikan catatan kritis terhadap AMPB agar tidak menggunakan klaim sepihak yang seolah-olah merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia dalam aksi mereka.

"Kami menghormati warga Pati, dan juga kelompok apa pun yang mau menyampaikan aspirasi. Tapi, tak boleh ada kelompok yang otomatis mengklaim atau melegitimiasi dirinya sendiri sebagai representasi seluruh rakyat Indonesia," kata dia.

Lebih lanjut, Khoirul Amin menambahkan penggunaan simbol-simbol kerakyatan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab moral.

"Karena itu, kami berharap penggunaan narasi atas nama rakyat Indonesia itu disertai rasa tanggung jawab. Jadi tidak boleh digunakan untuk membangun narasi legitimasi sepihak," kata dia lagi.

Bagi GPI, cara penyampaian aspirasi mencerminkan tingkat kematangan demokrasi sebuah bangsa.

Oleh karena itu, mereka secara tegas menentang segala bentuk tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas publik atau mengancam keselamatan warga lainnya selama aksi unjuk rasa berlangsung.

"Penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional, tetapi tindakan anarkis bukanlah bagian dari demokrasi yang sehat. Kami mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk menjadi pelopor persatuan dan perdamaian. Kami menyerukan kepada seluruh pemuda Indonesia agar tidak menjadi bagian dari provokasi," tuturnya.

GPI juga mengajak para peserta aksi untuk menghormati aparat keamanan yang bertugas di lapangan.

Kerja sama antara pengunjuk rasa dan pihak kepolisian dianggap sangat penting untuk memastikan pesan yang dibawa sampai kepada pembuat kebijakan tanpa menimbulkan kekacauan sosial.

Selain aksi di lapangan, GPI menyoroti bahaya penyebaran informasi palsu (hoaks) dan ujaran kebencian di ruang digital.

Kelompok pemuda ini menilai bahwa pemuda harus hadir sebagai kekuatan moral yang mampu memfilter informasi sebelum disebarluaskan, agar tidak menjadi bahan bakar bagi konflik yang lebih luas.

"Kami meyakini bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat dan sebuah keniscayaan dalam demokrasi. Namun perbedaan tidak boleh berubah menjadi permusuhan dan konflik yang mengancam persatuan bangsa," ucapnya.

Menurut pandangan GPI, Indonesia sebagai negara besar memiliki tantangan yang kompleks. Persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diletakkan di atas segala kepentingan politik jangka pendek maupun kepentingan kelompok tertentu.

"Di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bangsa, persatuan, kedamaian, keselamatan rakyat secara keseluruhan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR

Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Rekening Aktif Lagi, Supriyono Ungkap Ada Surat Panggilan Polisi Jelang Aksi 27 Agustus

Rekening Aktif Lagi, Supriyono Ungkap Ada Surat Panggilan Polisi Jelang Aksi 27 Agustus

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:35 WIB

DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis

DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Rampung Desember, AMPB Mau Bukti Tertulis

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Jelang Aksi di DPR, Massa AMPB Kebanjiran Donasi Logistik

Jelang Aksi di DPR, Massa AMPB Kebanjiran Donasi Logistik

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:02 WIB

'Merebut Kembali Indonesia!' GERAM Ikut Melebur Bersama Warga Pati Geruduk DPR Besok

'Merebut Kembali Indonesia!' GERAM Ikut Melebur Bersama Warga Pati Geruduk DPR Besok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:44 WIB

Siapa Pelakunya? Rumah Sopir Pengangkut Massa Aksi Pati Diteror Penembakan Tengah Malam

Siapa Pelakunya? Rumah Sopir Pengangkut Massa Aksi Pati Diteror Penembakan Tengah Malam

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Ongkos Swadaya! 5 Bus Massa dari Pati Berangkat ke Jakarta untuk Demo di DPR

Ongkos Swadaya! 5 Bus Massa dari Pati Berangkat ke Jakarta untuk Demo di DPR

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×