Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri

Bangun Santoso

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:17 WIB
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
Pakar Hukum Pidana Romli Atmasasmita bersama dengan Dr. M. Sholehuddin saat memenuhi undangan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).
baca 10 detik
  • Pakar hukum Romli Atmasasmita mengapresiasi kinerja Polri dalam menjaga stabilitas keamanan saat unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.
  • Keberhasilan tersebut dicapai berkat penerapan konsep Presisi yang membuat Polri mampu memprediksi dan mencegah gangguan keamanan.
  • Penerapan sistem pengamanan yang terencana rapi menunjukkan kesiapan struktural dan profesionalitas tinggi dari institusi kepolisian.

Suara.com - Pakar hukum, Romli Atmasasmita, memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.

Keberhasilan Korps Bhayangkara dalam mengawal dinamika aksi massa demonstrasi di lapangan dinilai sebagai bukti nyata dari kematangan sistem yang telah dibangun selama ini.

Penilaian yang diberikan oleh Romli Atmasasmita tidak hanya berfokus pada hasil akhir yang kondusif, melainkan juga menyoroti metodologi serta sistematisasi pengamanan yang diterapkan.

Menurutnya, Polri telah berhasil mengimplementasikan sistem pengamanan yang berpola dan tertata secara rapi, yang berakar pada landasan filosofis serta operasional yang kuat.

Implementasi Konsep Presisi di Lapangan

Dalam pandangan Romli, kunci utama keberhasilan pengamanan tersebut terletak pada penerapan konsep Presisi, akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Konsep itu disebutnya bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi panduan operasional dalam menghadapi berbagai bentuk gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum (kamtibmas), terutama saat menghadapi aksi massa dalam skala besar.

Romli menekankan bahwa apa yang terlihat di lapangan pada 27 Agustus lalu merupakan hasil dari sebuah proses panjang yang melibatkan perencanaan matang dan pelatihan yang dilakukan secara sistematis.

Pendekatan ini mengubah paradigma kepolisian dari yang sebelumnya cenderung reaktif menjadi lebih proaktif dan terukur.

baca juga

“Pendekatan berbasis konsep Presisi memungkinkan Polri untuk tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu memprediksi potensi gangguan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif jauh sebelum situasi memanas”, ujar Romli dalam wawancara dengan awak media (28/8/2026).

Kesiapan Struktural dan Prediksi Gangguan

Keunggulan sistem yang dimiliki Polri saat ini, menurut Romli, terletak pada kemampuan institusi dalam memetakan risiko.

Dengan kemampuan prediktif, Polri dapat membaca arah pergerakan massa serta potensi penyusupan pihak-pihak yang ingin menciptakan kericuhan.

Hal ini memungkinkan penempatan personel dan peralatan dilakukan secara tepat sasaran tanpa harus melakukan tindakan represif yang berlebihan.

Lebih lanjut, Romli menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan adanya kesiapan struktural yang sangat solid di dalam institusi kepolisian.

Setiap unit dan personel memahami peran serta tanggung jawabnya masing-masing dalam rantai komando pengamanan, sehingga respons yang diberikan terhadap ancaman kamtibmas dapat berjalan secara sinkron.

Sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia hukum, termasuk sebagai Mantan Dirjen AHU Departemen Hukum dan HAM serta Mantan Dirjen Hukum dan Perundang-undangan, Romli melihat bahwa pola pengamanan saat ini sudah berada pada jalur yang benar.

Keteraturan dalam pola pengamanan ini menjadi pembeda utama dalam penanganan unjuk rasa di era modern.

"Polri sudah memiliki sistem pengamanan yang berpola dan tertata secara rapi dengan mengacu pada konsep PResisi dalam menghadapi segala bentuk gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum," ujar Romli Atmasasmita.

Selain aspek prediktif, unsur responsibilitas dan transparansi dalam konsep Presisi juga menjadi sorotan.

Romli menilai bahwa Polri saat ini lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait prosedur pengamanan kepada publik.

Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat bahwa tindakan yang diambil kepolisian di lapangan memiliki dasar hukum yang kuat dan bertujuan semata-mata untuk melindungi kepentingan umum.

Kesiapan Polri dalam merespons segala bentuk ancaman terhadap keamanan nasional kini dianggap lebih matang berkat standarisasi prosedur yang ketat.

Dengan sistem yang sudah teruji dalam aksi unjuk rasa 27 Agustus tersebut, Romli meyakini bahwa Polri telah memiliki modalitas yang kuat untuk menghadapi tantangan keamanan di masa depan, baik dalam skala lokal maupun nasional.

Sistem pengamanan yang tertata rapi ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan, mengingat dinamika sosial politik yang terus berkembang.

Profesionalitas yang ditunjukkan melalui perencanaan matang dan implementasi konsep yang terukur menjadi standar baru bagi institusi keamanan dalam menjaga demokrasi tetap berjalan di koridor hukum yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo

Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional

Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan

Belum Jadi Polisi Sipil, Watak Militer Bikin Polri Anggap Demo Ancaman Kekuasaan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:47 WIB

eformasi Polri Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah, Masyarakat Sipil Harus Bergerak

eformasi Polri Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah, Masyarakat Sipil Harus Bergerak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Polda Metro Sita Golok dan 19 Anak Panah di Demo 27 Agustus, 45 Orang Jadi Tersangka

Polda Metro Sita Golok dan 19 Anak Panah di Demo 27 Agustus, 45 Orang Jadi Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Keluarga Tolak Autopsi Bambang yang Tewas Dikeroyok Saat Pejompongan Ricuh

Keluarga Tolak Autopsi Bambang yang Tewas Dikeroyok Saat Pejompongan Ricuh

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus

Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

×