Tak Ada Kalah - Menang, Perang AS-Iran Justru Alami Jalan Buntu dengan Biaya Militer Membengkak

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 September 2026 | 14:16 WIB
Tak Ada Kalah - Menang, Perang AS-Iran Justru Alami Jalan Buntu dengan Biaya Militer Membengkak
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Perang AS dan Iran selama enam bulan mengalami jalan buntu dengan biaya militer menembus 100 miliar dolar AS.

  • Penutupan Selat Hormuz memicu krisis energi global yang berdampak berat pada ekonomi negara-negara Asia.

  • Elektabilitas Donald Trump merosot tajam ke angka 33 persen akibat kekhawatiran konflik berkepanjangan.

Suara.com - Perang AS-Iran memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda kemenangan mutlak, sementara pembengkakan biaya perang dan krisis energi global terus menekan posisi Washington.

Kondisi jalan buntu ini memaksa militer Amerika Serikat menanggung beban operasional yang kian berat akibat penyiapan pasokan amunisi yang menipis di kawasan Timur Tengah.

Strategi serangan cepat yang digagas Washington kini berbalik menjadi konflik berkepanjangan yang mengguncang stabilitas politik domestik AS menjelang pemilu sela.

Eskalasi terbaru kembali pecah setelah militer AS menggempur peluncur roket di Pulau Larak, yang langsung dibalas Tehran dengan menggempur dua pangkalan AS di Yordania.

Rangkaian serangan udara sejak akhir Februari lalu sejatinya berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, namun tak sanggup melumpuhkan total kekuatan militer Tehran.

Ilustrasi Perang AS-Iran dikabarkan damai [Suara.com/HD]
Ilustrasi Perang AS-Iran dikabarkan damai [Suara.com/HD]

Mengapa Perang Militer AS di Iran Berubah Menjadi Bencana Finansial?

Estimasi biaya konflik yang diperkirakan melampaui 100 miliar dolar AS kini menguras anggaran Pentagon secara signifikan.

Penyiapan armada laut dan amunisi secara konstan di kawasan tersebut kian sulit dipertahankan dalam jangka panjang oleh angkatan laut AS.

Paul Fraioli, peneliti senior dari International Institute for Strategic Studies, menegaskan beratnya operasional tersebut.

baca juga

"Menjaga kehadiran militer dan tempo yang diperlukan untuk memberikan dampak strategis terhadap Iran adalah hal yang sulit dilakukan oleh Angkatan Laut (AS) secara terus-menerus," kata Fraioli.

Klaim kemenangan yang sempat digaungkan Presiden Donald Trump pada April lalu bahwa militer Iran telah "hancur total" kini menghadapi keraguan besar seiring masih tangguhnya kapasitas tempur Iran.

Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]

Bagaimana Krisis Selat Hormuz Mengancam Pasokan Energi Asia?

Penutupan efektif Selat Hormuz memicu gangguan distribusi minyak mentah dunia yang berdampak langsung pada lonjakan harga bahan bakar.

Kondisi ini menghantam keras negara-negara Asia dan Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak serta gas dari kawasan Timur Tengah.

Petras Katinas, peneliti dari Royal United Services Institute, menyoroti potensi pergeseran pola konsumsi energi global tersebut.

"Kita mungkin akan melihat kehancuran permintaan. Itu berarti negara-negara anggota di Asia, di Eropa, mereka mungkin berkata, 'karena kita tidak aman dalam hal kepastian pasokan, kita mungkin mencoba mencari beberapa sumber energi alternatif'," ujar Katinas.

Ancaman kelangkaan ini memaksa para importir utama untuk merombak total strategi ketahanan energi nasional mereka.

Apakah Konflik Iran Bakal Meruntuhkan Elektabilitas Donald Trump?

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Donald Trump merosot ke titik terendah dengan angka persetujuan warga hanya menyentuh 33 persen.

Sebanyak 64 persen responden menyatakan ketidakpuasan atas kepemimpinan Trump akibat kekhawatiran perang akan berlarut-larut tanpa kepastian.

Dampak politik ini menjadi ancaman serius bagi Partai Republik yang sedang berjuang mempertahankan kendali di DPR pada pemilu sela mendatang.

Fraioli menambahkan bahwa isu Iran akan terus membayangi pemerintahan AS meskipun kesepakatan gencatan senjata berhasil dicapai.

"...terus memberikan berita buruk bagi pemerintahan Trump," tutur Fraioli.

Bisakah Tekanan Sanksi Ekonomi AS Menundukkan Posisi Tehran?

Kegagalan opsi militer mendorong Washington mengalihkan fokus pada pengetatan isolasi ekonomi terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan langkah tegas yang diambil pemerintahannya untuk mencekik keuangan Tehran.

"Kami akan meminta pertanggungjawaban semua orang, dan ini adalah pencekikan ekonomi terhadap rezim ini," kata Bessent.

Ia menimpali bahwa negara-negara yang menolak bergabung dengan sanksi AS akan turut berbagi dalam isolasi Iran.

Pemerintah China menegaskan bahwa hubungan bilateral mereka dengan Iran tidak boleh diganggu atau dirusak oleh sanksi sepihak AS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian memperingatkan bahwa Beijing akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya.

David Lawder, koresponden perdagangan Reuters, memperingatkan risiko retaknya hubungan diplomasi dua kekuatan ekonomi dunia tersebut.

"Mengambil tindakan terhadap bank besar China yang akan memutuskan mereka dari sistem keuangan internasional akan sangat merugikan hubungan tersebut dan dapat menyebabkan beberapa masalah serius," ujar Lawder.

Ketegangan bersenjata ini bermula dari serangan udara bersama AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu untuk menghancurkan fasilitas rudal dan nuklir.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth saat itu menyatakan operasi bertujuan hancurkan rudal ofensif Iran, hancurkan produksi rudal Iran, hancurkan angkatan laut dan infrastruktur keamanan mereka lainnya, serta memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Meski serangan awal menewaskan pemimpin tertinggi Iran, sasaran utama untuk memusnahkan persediaan uranium terayakan hingga kini belum tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang

Amerika Serikat Pakai ChatGPT Buat Perang

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:19 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas untuk Lumpuhkan Radar Iran

Donald Trump Pertimbangkan Serangan Militer Terbatas untuk Lumpuhkan Radar Iran

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:41 WIB

AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Cara Menghitung Kapasitas Air dalam Bak Mandi Berbentuk Balok, Lengkap Contoh Soal

Cara Menghitung Kapasitas Air dalam Bak Mandi Berbentuk Balok, Lengkap Contoh Soal

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 08:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin, Kualitas Udara Seluruh Singapura Tak Sehat

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB

John Herdman Belum Bisa Umumkan Skuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut 3 Pemain Ini Dicoret

John Herdman Belum Bisa Umumkan Skuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut 3 Pemain Ini Dicoret

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:48 WIB

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

OJK Hapus Batas Pinjaman Pindar, Masyarakat Tak Lagi Dibatasi di 3 Platform

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:46 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Sektor Ekonomi Kreatif Sumbang Rp 1.500 T ke PDB, Talenta RI Digenjot Naik Kelas lewat AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Studi Ungkap Mobil Listrik Bikin Mabuk Perjalanan

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

John Herdman Sebut Lawan Terberat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Bukan Vietnam atau Malaysia

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:41 WIB

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Tolak Setor Uang, Pak Ogah di Bandar Lampung Dibacok Brutal hingga Jari Putus: 1 Pelaku Diciduk

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 08:37 WIB

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Emil Audero Debut di Markas Real Madrid, John Herdman Sebut Ujiannya Sangat Berat

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 08:36 WIB

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:30 WIB

×