Cegah Data Bodong, Legislator PDIP Minta DTSEN Gunakan Mekanisme Verifikasi Berjenjang dari Desa

Bangun Santoso

Rabu, 02 September 2026 | 14:39 WIB
Cegah Data Bodong, Legislator PDIP Minta DTSEN Gunakan Mekanisme Verifikasi Berjenjang dari Desa
DTSEN
baca 10 detik
  • Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adyana menilai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sangat strategis pada Rabu (2/8/2026).
  • Pemerintah daerah perlu dilibatkan dalam verifikasi data karena mengetahui kondisi nyata masyarakat di lapangan secara langsung.
  • Komisi VIII DPR RI mengusulkan penambahan jumlah tanggungan dan beban pengeluaran sebagai indikator pengukuran kesejahteraan.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adyana menilai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai langkah strategis untuk membangun perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Ia mendukung penuh prinsip satu data nasional agar perbedaan data antar-kementerian dan lembaga tidak lagi terjadi.

Dukungan itu disertai satu catatan penting soal cara kerja sistemnya.

“Satu data nasional tidak berarti seluruh prosesnya harus bersifat sentralistik. Pemerintah daerah harus diberikan ruang dan mekanisme yang kuat untuk melakukan verifikasi, validasi, serta mengusulkan koreksi berdasarkan kondisi nyata masyarakat di lapangan,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (2/8/2026).

Menurut Kariyasa, struktur pemerintahan di tingkat bawah menyimpan informasi yang tidak dimiliki pusat. Desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota mengetahui langsung perubahan kondisi sosial ekonomi warganya.

Posisi Pemda dalam kerangka ini bukan sebagai pembuat data tandingan, melainkan bagian integral dari mekanisme pemutakhiran DTSEN.

“Prinsipnya adalah satu data secara nasional, tetapi pemutakhiran dilakukan secara partisipatif dan berjenjang dari bawah ke atas,” katanya.

Poin kedua, yakni menyangkut indikator yang dipakai untuk mengukur kesejahteraan.

Kariyasa menilai pendapatan saja tidak cukup menggambarkan kondisi riil sebuah rumah tangga.

baca juga

“Dua keluarga dengan pendapatan yang sama belum tentu memiliki tingkat kesejahteraan yang sama. Keluarga dengan banyak tanggungan, anak yang masih sekolah, lansia, anggota keluarga yang membutuhkan perawatan, atau beban kesehatan yang tinggi tentu memiliki tingkat kerentanan yang berbeda,” jelasnya.

Atas dasar itu ia mengusulkan agar jumlah tanggungan dan beban pengeluaran dikaji sebagai indikator tambahan untuk memperkaya pengukuran kesejahteraan dan kerentanan dalam DTSEN.

Ia mengingatkan penambahan indikator harus berbasis metodologi yang kuat, objektif, dapat diverifikasi, dan tidak membuat sistem menjadi terlalu rumit.

Kariyasa menegaskan, tujuan akhir dari penyempurnaan DTSEN bukan sekadar data yang bagus di atas kertas, melainkan memastikan tidak ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan perlindungan sosial tetapi terlewatkan oleh sistem.

Komisi VIII DPR RI, kata dia, akan terus mendorong agar DTSEN semakin akurat, dinamis, responsif terhadap perubahan kondisi masyarakat, dan benar-benar menjadi instrumen untuk menghadirkan perlindungan sosial yang berkeadilan.

“Karena data yang baik bukan hanya data yang akurat secara statistik, tetapi data yang mampu menemukan mereka yang membutuhkan negara,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Bisa Ajukan Perubahan Data

Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Bisa Ajukan Perubahan Data

News | Selasa, 01 September 2026 | 12:53 WIB

BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

KIP Kuliah dan Masalah Desil, Ketika Data Tak Selalu Tepat Sasaran

KIP Kuliah dan Masalah Desil, Ketika Data Tak Selalu Tepat Sasaran

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Bukan Sebagai Saksi, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Sebagai Tersangka

Bukan Sebagai Saksi, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Sebagai Tersangka

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:38 WIB

Apa Itu Desil dalam Statistika? Ini Pengertian, Rumus, dan Cara Menentukannya

Apa Itu Desil dalam Statistika? Ini Pengertian, Rumus, dan Cara Menentukannya

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 14:38 WIB

Putusan Pengadilan Singapura Buka Jalan Berburu Aset Sritex Senilai Rp12,82 Triliun

Putusan Pengadilan Singapura Buka Jalan Berburu Aset Sritex Senilai Rp12,82 Triliun

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:36 WIB

Oneng Curiga Kacau Data Desil BPS Jadi 'Senjata Halus' untuk Goyahkan Prabowo

Oneng Curiga Kacau Data Desil BPS Jadi 'Senjata Halus' untuk Goyahkan Prabowo

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:35 WIB

Kiai Jepara Sebut Terima MBG Haram, Pernyataannya Kembali Ramai di Medsos

Kiai Jepara Sebut Terima MBG Haram, Pernyataannya Kembali Ramai di Medsos

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:31 WIB

MK Hapus Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR?

MK Hapus Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR?

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:30 WIB

The Apothecary Diaries Resmi Dapat Live Action, Mana Ashida Perankan Maomao

The Apothecary Diaries Resmi Dapat Live Action, Mana Ashida Perankan Maomao

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 14:30 WIB

Salvation of a Saint: Misteri Pembunuhan dengan Alibi yang Nyaris Mustahil

Salvation of a Saint: Misteri Pembunuhan dengan Alibi yang Nyaris Mustahil

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Bantah Penerimaan Pajak Lemah, Justru Tumbuh Hampir 30% per Juli 2026

Purbaya Bantah Penerimaan Pajak Lemah, Justru Tumbuh Hampir 30% per Juli 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:29 WIB

Pengembang Proyek Energi Terbarukan Bisa Dapat Uang dari Kredit Karbon

Pengembang Proyek Energi Terbarukan Bisa Dapat Uang dari Kredit Karbon

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:28 WIB

×