Soroti Pola Pembubaran Demo Lewat Ormas, Sosiolog UGM Tuntut Negara Lindungi Aksi Mahasiswa

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 02 September 2026 | 14:42 WIB
Soroti Pola Pembubaran Demo Lewat Ormas, Sosiolog UGM Tuntut Negara Lindungi Aksi Mahasiswa
Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Sipil di kawasan Simpang 4 Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) malam. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Sosiolog UGM Arie Sujito menyoroti praktik pembubaran demonstrasi yang mengadu domba masyarakat dengan mahasiswa pada Rabu (2/9/2026).
  • Kepolisian didesak segera menindak oknum provokator dan premanisme politik guna mencegah jatuhnya korban dari pihak tak bersalah.
  • Pemerintah daerah, kepolisian, dan perguruan tinggi diminta melindungi kebebasan menyampaikan aspirasi sebagai mekanisme kontrol sosial.

Suara.com - Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menyoroti praktik pembubaran aksi demonstrasi yang mengadu domba elemen masyarakat dengan mahasiswa.

Langkah manipulatif yang diduga melibatkan penyusupan aparat hingga anggota organisasi masyarakat (ormas) tersebut dinilai sebagai bentuk ancaman serius terhadap nilai-nilai demokrasi.

"Jangan benturkan masyarakat dan mahasiswa. Mahasiswa punya values dan masyarakat secara umum secara keseluruhan juga aspirasinya juga disampaikan oleh mahasiswa," kata Arie di kampus UGM, Rabu (2/9/2026).

Arie menilai dinamika di lapangan yang diwarnai kerentanan sangat rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi memicu kerusuhan.

Menurutnya, potensi manuver kotor semacam itu harus segera dihentikan demi mencegah jatuhnya korban dari pihak yang tidak bersalah.

"Kalau ada kecenderungan-kecenderungan potensi untuk memanfaatkan situasi, itu harus dicegah dan saya percaya kita bisa melakukan untuk melakukan pengamanan-pengamanan," ujarnya.

Institusi Kepolisian dipandang memiliki kewajiban mutlak untuk menjaga keamanan tanpa harus melanggengkan praktik ketakutan.

Penegak hukum dianggap memiliki kapabilitas penuh untuk mendeteksi serta menindak oknum-oknum provokator yang beroperasi di balik layar.

"Kepolisian punya tanggung jawab untuk itu. Kalau ada sinyalir saja seperti itu, sebenarnya bisa diatasi dan kita enggak terlalu sulit untuk bisa mendeteksi siapa pun," tegasnya.

baca juga

Kritik tajam turut diarahkan pada munculnya indikasi premanisme politik yang kerap menggunakan cara-cara represif untuk membungkam gerakan kritis.

Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Sipil di kawasan Simpang 4 Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) malam. (Suara.com/Hiskia)
Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Sipil di kawasan Simpang 4 Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) malam. (Suara.com/Hiskia)

Seluruh bentuk intimidasi fisik maupun teror psikologis kepada massa aksi, jurnalis, hingga masyarakat sipil dituntut untuk segera dihentikan.

"Bahwa situasi crowded dan sebagainya saya berharap kepolisian bisa mengambil perannya untuk melindungi masyarakat, melindungi mahasiswa. Jangan sampai terjadi kekerasan. Saya tidak ingin juga premanisme politik terjadi," tandasnya.

Arie mendesak komitmen nyata dari pemerintah daerah, kepolisian, hingga pimpinan perguruan tinggi untuk pasang badan melindungi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa aksi penyampaian pendapat merupakan bagian vital dari mekanisme kontrol sosial terhadap krisis negara yang tidak boleh direspons dengan tindak kekerasan.

"Kita punya kesepakatan bahwa biarkan demokrasi berlangsung, kebebasan menyampaikan suara, aspirasi. Ini adalah bagian dari check and balances juga atas situasi krisis yang terjadi di Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Kericuhan Aksi 27 Agustus: Polisi Amankan 322 Orang, 45 Ditetapkan Jadi Tersangka

Buntut Kericuhan Aksi 27 Agustus: Polisi Amankan 322 Orang, 45 Ditetapkan Jadi Tersangka

Video | Selasa, 01 September 2026 | 21:10 WIB

Mirip Pam Swakarsa, Pelibatan Ormas Bubarkan Demo Bisa Picu Konflik Horizontal!

Mirip Pam Swakarsa, Pelibatan Ormas Bubarkan Demo Bisa Picu Konflik Horizontal!

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:50 WIB

Simpang Gramedia Jogja Memanas, Warga dan Massa Aksi Sempat Cekcok

Simpang Gramedia Jogja Memanas, Warga dan Massa Aksi Sempat Cekcok

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:45 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Terkini

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

×