Karhutla Hancurkan 60 Persen Habitat Orang Utan Kalimantan

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 03 September 2026 | 15:35 WIB
Karhutla Hancurkan 60 Persen Habitat Orang Utan Kalimantan
BKSDA Kaltim bersama Yayasan Jejang Pulang mengevaluasi orang utan agar terhindar dari ancaman karhutla Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. [ANTARA/HO-BKSDA Kaltim]
baca 10 detik
  • 78,5 persen titik panas kebakaran hutan di Kalimantan berada dalam habitat orang utan.
  • Kebakaran tersebut melahap sekitar 25,8 juta hektar atau 60,2 persen total luas habitat orang utan.
  • Bencana buatan manusia ini menghilangkan sumber makanan serta mengancam keselamatan hidup satwa tersebut.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga mempersempit habitat orang utan.

Hasil pemantauan organisasi kampanye lingkungan dan satwa liar Geopix menunjukkan mayoritas titik panas berada di kawasan yang menjadi ruang hidup primata dilindungi tersebut.

Berdasarkan pemetaan dan analisis spasial Geopix sejak Juni hingga Agustus 2026, sebanyak 78,5 persen dari total titik panas di Kalimantan terdeteksi berada di dalam habitat orang utan.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati mengatakan kondisi tersebut menunjukkan karhutla di Kalimantan merupakan bencana yang sebagian besar dipicu aktivitas manusia.

"Inilah yang kami namakan human-made disaster dalam konteks karhutla. Jadi sebenarnya karhutla itu bukan sesuatu yang alami, tetapi itu dibuat oleh manusia," kata Annisa kepada awak media, Kamis (3/9/2026).

Menurut Annisa, dampak karhutla terhadap orang utan tidak berhenti pada hilangnya pepohonan. Kebakaran juga menghilangkan vegetasi yang menjadi sumber makanan sekaligus tempat berlindung dan bersarang.

Ketika pohon dan vegetasi hutan terbakar, orang utan kehilangan buah, getah, serta sumber nutrisi lain yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

"Kalau itu pohonnya habis, kemudian tidak ada buah yang dimakan, tidak ada getah yang dimakan oleh orangutan, ya berarti kita akan menyaksikan bagaimana pembunuhan masal terhadap orangutan itu kalau kita tidak segera mengatasi dampak karhutla yang seperti mata rantai yang enggak pernah terputus ini ya," tuturnya.

Geopix mencatat tekanan terhadap habitat orang utan semakin meningkat pada Agustus.

baca juga

Dari tiga subspesies orang utan yang terdapat di Kalimantan, Pongo pygmaeus wurmbii disebut menjadi kelompok yang mengalami tekanan paling parah akibat konsentrasi hotspot di wilayah jelajahnya.

"Temuan utama kami bahwa peta sebaran hotspot mulai Juni sampai Agustus, terjadi peningkatan yang luar biasa di bulan Agustus, di mana kita temukan bahwa 78,5 persen hotspot itu berada di habitat orang utan kalimantan," ungkapnya.

Tak hanya hotspot, Geopix juga memetakan luas habitat orang utan yang terdampak kebakaran selama periode pemantauan tersebut.

"Jadi luas habitat orangutan yang terbakar dalam periode pemantauan mulai Juni sampai Agustus itu adalah 25.812.600-an hektar. Nah, itu sekitar 60,2 persen dari total luasan habitat orang utan kalimantan," ujarnya.

Konferensi pers hasil pemantauan organisasi kampanye lingkungan dan satwa liar, Geopix di Yogyakarta, Kamis (3/9/2026). [Suara.com/Hiskia]
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati di Yogyakarta, Kamis (3/9/2026). [Suara.com/Hiskia]

Kerusakan habitat dalam skala tersebut membuat ruang hidup orang utan semakin terfragmentasi. Satwa yang kehilangan hutan juga berpotensi keluar dari habitatnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung.

Kondisi itu membuka risiko baru berupa konflik dengan manusia, penangkapan, hingga perburuan ilegal.

Annisa mengatakan dampak karhutla juga dapat memengaruhi kondisi psikologis orang utan. Satwa tersebut, menurut dia, memiliki tingkat kemiripan genetik yang tinggi dengan manusia sehingga rentan mengalami stres ketika habitatnya rusak.

"Jadi stres dan respons inflamasi tubuh orang utan terhadap paparan polutan dan asap kebakaran, menyaksikan habitat hilang. Orang utan itu sharing 97 persen genetikanya sama dengan manusia. Mereka juga punya psikologis tertentu," jelasnya.

Ancaman terhadap habitat orang utan juga semakin rumit karena adanya tumpang tindih kawasan habitat dengan konsesi perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan industri kehutanan.

Karena itu, Geopix meminta pemerintah maupun pihak swasta yang beroperasi di kawasan habitat orang utan memastikan aktivitas mereka tidak semakin mempersempit ruang hidup satwa.

Annisa juga mendorong penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dilakukan secara tegas. Menurut dia, lemahnya penindakan dapat membuat pembukaan dan pembakaran hutan terus berulang.

"Itu salah satu penyebab dari betapa kompleksnya Indonesia ini ya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:45 WIB

Begini Penjelasan Ilmiah Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai ke Filipina

Begini Penjelasan Ilmiah Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sampai ke Filipina

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:55 WIB

Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak

Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak

News | Kamis, 03 September 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

Kenali Identitas Bangsa Lewat Manuskrip: Perpusnas Gelar Pameran Merawat Ingatan Sepanjang September

Kenali Identitas Bangsa Lewat Manuskrip: Perpusnas Gelar Pameran Merawat Ingatan Sepanjang September

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 19:54 WIB

Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

Kesaksian Pengasuh Daycare Little Aresha Bongkar Penipuan Fasilitas Anak

News | Senin, 14 September 2026 | 19:51 WIB

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

Sederet Pekerjaan Rumah Menkeu Suahasil: Fiskal Daerah Terjepit, MBG-KDMP Disorot

News | Senin, 14 September 2026 | 19:49 WIB

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Lebih dari Beasiswa, PNM Bekali Anak Nasabah Mekaar Jadi Future Changemaker

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:48 WIB

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:47 WIB

×