- Kedutaan Iran di Indonesia mengecam serangan AS pada 1 September 2026 yang menewaskan warga sipil.
- Serangan tersebut menyasar kawasan sipil dan infrastruktur di beberapa provinsi Iran seperti Khuzestan dan Hormozgan.
- Iran menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional serta Piagam PBB tentang kedaulatan wilayah negara.
Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengecam keras serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah Iran pada Selasa malam, 1 September 2026.
Iran menuding serangan tersebut menyasar kawasan sipil dan infrastruktur telekomunikasi di sejumlah provinsi.
Dalam pernyataan persnya, Kedutaan Iran menyebut serangan terjadi di Provinsi Khuzestan, Sistan dan Baluchestan, Hormozgan, serta Kerman.
Menurut pihak Iran, serangan itu menyebabkan sejumlah perempuan, anak-anak, dan warga sipil tewas serta terluka.
Kedutaan Iran juga menyoroti serangan yang disebut terjadi di sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan.
Iran menyatakan lebih dari 70 orang tewas dan terluka dalam insiden tersebut, dengan sebagian besar korban disebut perempuan dan anak-anak.
![Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mengecam keras serangan yang disebut dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah Iran pada Selasa malam, 1 September 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/03/90648-serangan-militer-as-ke-iran.jpg)
Iran menilai serangan terhadap lokasi sipil tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Kedutaan Iran secara khusus mengaitkannya dengan Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai larangan penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara lain.
“Dengan melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional, khususnya Pasal 2 ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran di Indonesia kepada redaksi Suara.com
Pemerintah Iran juga menyebut insiden tersebut sebagai bagian dari rangkaian serangan yang mereka klaim telah terjadi sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Kedutaan Iran menyinggung sejumlah lokasi yang disebut pernah menjadi sasaran, termasuk sekolah di Minab, Kompleks Olahraga Lamerd, rumah sakit anak penderita kanker di Ahvaz, serta asrama tentara di Iranshahr.
Selain itu, Iran menyinggung serangan terhadap fregat Dena yang menurut mereka terjadi di perairan Samudra Hindia, lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran.
Kedutaan menyebut rangkaian kejadian tersebut sebagai bukti berlanjutnya tindakan agresif terhadap negaranya.
Kedutaan Iran menegaskan negaranya memiliki tekad untuk mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan nasional, dan keutuhan wilayah.
Iran juga menyampaikan pandangan mengenai negara yang menyediakan fasilitas atau wilayahnya untuk digunakan dalam serangan terhadap negara ketiga.