Siap-siap! Tiket Ragunan Bakal Naik Jadi Rp10 Ribu

Muhamad Yasir

Jum'at, 04 September 2026 | 13:53 WIB
Siap-siap! Tiket Ragunan Bakal Naik Jadi Rp10 Ribu
Wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di Jakarta, Kamis (25/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Komisi C DPRD DKI Jakarta dan pengelola mengkaji kenaikan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan.
  • Kebijakan ini bertujuan meningkatkan fasilitas, keamanan kandang, serta mengurangi ketergantungan subsidi APBD DKI Jakarta.
  • Pendapatan mandiri Ragunan saat ini baru mencapai Rp30 miliar dari total kebutuhan operasional Rp160 miliar per tahun.

Suara.com - Harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) direncanakan naik dari saat ini Rp4.000 menjadi Rp10.000 untuk orang dewasa. Penyesuaian tarif ini didorong kebutuhan meningkatkan fasilitas sekaligus mengurangi ketergantungan Ragunan terhadap subsidi APBD DKI Jakarta.

Rencana tersebut disepakati dalam pembahasan Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan. Namun, angka Rp10.000 masih dalam tahap kajian.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan tarif Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat Jakarta saat ini.

“Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” kata Dimaz.

Menurut dia, tarif Rp10.000 masih tergolong rasional dan terjangkau jika dibandingkan dengan harga tiket sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000, rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” ujar Dimaz.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan kenaikan tarif diperlukan agar pengelola memiliki ruang lebih besar untuk membenahi berbagai sarana dan prasarana di Ragunan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keamanan kandang satwa. Menurut Kenneth, masih terdapat sejumlah kandang yang perlu ditingkatkan standar keamanannya.

Perhatian terhadap aspek tersebut mengemuka setelah seorang anak terjatuh ke kandang gajah pada Mei 2026. Kenneth menilai kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

baca juga

“Ini menjadi catatan kami, dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” tutur Kenneth.

Selain meningkatkan kualitas layanan, penyesuaian tarif diharapkan dapat mengurangi beban APBD DKI Jakarta. Saat ini, biaya operasional Ragunan masih sekitar 70 persen ditanggung melalui anggaran pemerintah daerah.

Dengan adanya tarif baru, Ragunan diharapkan secara bertahap dapat bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang lebih mandiri secara finansial.

“Harapan kami, dengan adanya peningkatan tarif ini, Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” ungkapnya.

Kenneth mengatakan tambahan pendapatan dari tiket masuk nantinya harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan vital Ragunan. Hal itu mencakup perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, hingga program pemuliaan satwa.

Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis juga dinilai perlu menjadi prioritas. Begitu pula kondisi satwa yang harus terus dijaga agar tetap prima.

Kenneth mencontohkan gorila jantan yang saat ini belum memiliki pasangan.

Menurut dia, pengelola dapat mendorong skema pertukaran satwa dengan kebun binatang lain agar gorila tersebut mendapatkan pasangan dan dapat berkembang biak secara layak.

“Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tegasnya.

Tambahan pemasukan juga dinilai dapat digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan satwa dengan menambah jumlah dokter hewan.

Kenneth menuturkan jumlah dokter hewan di Ragunan saat ini belum sebanding dengan jumlah satwa yang mencapai lebih dari 2.200 ekor.

"Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan," katanya.

Bergantung pada APBD

Kepala Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyanti menyambut baik rencana penyesuaian tarif tersebut.

Endah mengakui Ragunan masih sangat bergantung pada APBD DKI Jakarta. Kondisi itu terjadi karena pendapatan dari tiket masuk cenderung stagnan selama dua dekade terakhir.

“Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen,” ungkap Endah.

Menurut Endah, penyesuaian tarif bukan ditujukan untuk mengomersialkan Ragunan. Kebijakan tersebut justru diarahkan sebagai upaya reorientasi pelayanan publik agar pengelola dapat merealisasikan masterplan pengembangan kawasan secara lebih sistematis.

Jika penyesuaian tarif terealisasi, fokus utama pengelola adalah membenahi fasilitas pendukung, memperbaiki dan merawat kandang satwa, serta menata sistem zonasi kawasan sesuai masterplan.

“Tujuan utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif,” pungkas Endah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kajian Belum Matang! Transjakarta Kelola Angkutan Laut Kepulauan Seribu Khawatir Tambah Beban

Kajian Belum Matang! Transjakarta Kelola Angkutan Laut Kepulauan Seribu Khawatir Tambah Beban

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:15 WIB

Transjakarta: Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mustahil Jalan Tanpa Subsidi

Transjakarta: Transportasi Laut Kepulauan Seribu Mustahil Jalan Tanpa Subsidi

News | Rabu, 02 September 2026 | 17:03 WIB

Belajar dari Ricuh 27 Agustus, Pemasangan CCTV di Seluruh RT Jakarta Harus Segera Terealisasi

Belajar dari Ricuh 27 Agustus, Pemasangan CCTV di Seluruh RT Jakarta Harus Segera Terealisasi

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:56 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×