Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown

Galih Prasetyo

Sabtu, 05 September 2026 | 16:05 WIB
Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown
Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Pemerintah Malaysia menetapkan status darurat di Distrik Serian akibat kabut asap karhutla Kalimantan.
  • Distrik Serian tidak menerapkan lockdown sehingga aktivitas warga, perkantoran, dan sektor industri tetap beroperasi normal.
  • Indeks Pencemaran Udara di Serian mencapai 304 kategori berbahaya, sementara kualitas udara Singapura mulai membaik.

Suara.com - Pemerintah Malaysia memutuskan untuk status darurat di Distrik Serian, Sarawak, setelah kabut asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di wilayah Kalimantan, Indonesia.

Namun, status darurat akibat kabut asap di Serian, Sarawak, Malaysia, tidak berarti aktivitas masyarakat di sana dihentikan atau wilayah tersebut menerapkan lockdown.

Mengutip dari laporan Harian Metro, warga masih diperbolehkan menjalankan kegiatan sehari-hari, meski pemerintah mengingatkan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kesehatan.

Sejumlah warga tetap keluar rumah menuju pusat kota untuk menjalankan berbagai keperluan.

Aktivitas perdagangan juga masih berlangsung, sementara sebagian warga terlihat tidak mengenakan masker.

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym]

Kantor pemerintahan, perusahaan swasta hingga sejumlah tempat kerja di kawasan terdampak juga masih diperbolehkan beroperasi.

Sektor industri, perkebunan, konstruksi, dan pertambangan juga dapat menjalankan kegiatan dengan catatan menerapkan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan pekerja.

Seorang pedagang mengatakan masyarakat memahami adanya status darurat akibat kabut asap.

Namun, menurut dia, status tersebut tidak berarti seluruh kegiatan harus dihentikan.

baca juga

“Darurat ini bukan berarti lockdown. Kalau lockdown, semua aktivitas dihentikan dan jalan pun ditutup,” kata Ju.

Menurutnya, kondisi darurat kabut asap hanya membuat masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas.

Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan, menjaga kondisi tubuh, dan memperbanyak minum air.

Sementara itu ata Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara (APIMS) menunjukkan kondisi udara Serian masih mengkhawatirkan.

Hingga pukul 12.00 waktu setempat, Indeks Pencemaran Udara (IPU) Serian tercatat 304. Angka tersebut masih berada dalam kategori berbahaya.

Kondisi berbeda terjadi di Singapura, ualitas udara di Singapura mulai membaik pada Sabtu (5/9/2026) pagi, meski wilayah tengah masih berada dalam kategori tidak sehat. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di kawasan barat dan timur turun ke level sedang setelah sebelumnya sempat menembus kategori tidak sehat.

Pada pukul 09.00 waktu setempat, PSI 24 jam tercatat 115 di wilayah tengah.

Sementara itu, angka PSI di wilayah barat turun menjadi 98 dan timur 96, sedangkan wilayah utara dan selatan masing-masing berada di angka 83 dan 87.

Berdasarkan klasifikasi kualitas udara, PSI 101–200 masuk kategori tidak sehat.

Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level tersebut.

Wilayah barat sebelumnya sempat mencatat PSI 102 pada pukul 07.00, sehingga masuk kategori tidak sehat.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah timur yang mulai menembus ambang tersebut sekitar pukul 21.00 pada Jumat (4/9) sebelum kembali turun pada Sabtu pagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan

Mengapa Karhutla Gambut Berulang? Mengubah Logika Ekonomi Pembakar Lahan

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 12:41 WIB

Ratusan Tersangka Karhutla Masih Perorangan, Akademisi UGM Soroti Sanksi Tumpul ke Korporasi

Ratusan Tersangka Karhutla Masih Perorangan, Akademisi UGM Soroti Sanksi Tumpul ke Korporasi

News | Sabtu, 05 September 2026 | 11:39 WIB

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:13 WIB

Inpres Larangan Bakar Hutan Segera Terbit, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat Adat

Inpres Larangan Bakar Hutan Segera Terbit, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat Adat

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 22:14 WIB

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Foto | Jum'at, 04 September 2026 | 19:30 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×