- Ketua Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahaya kesehatan dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Partikel halus abu vulkanik berukuran PM2.5 dapat masuk ke paru-paru dan memicu berbagai gangguan pernapasan manusia.
- Masyarakat diimbau menggunakan masker, memakai kacamata pelindung, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.
Masker menjadi salah satu perlindungan utama, terutama ketika konsentrasi abu meningkat atau bagi masyarakat yang memiliki penyakit paru kronis.
Jika paparan cukup tinggi, masyarakat juga dianjurkan mengenakan kacamata pelindung dan pakaian lengan panjang saat beraktivitas di luar rumah.
"Penggunaan masker tentu baik saja dilakukan, apalagi kalau memang kadar abu cukup mengkawatirkan dan atau pada mereka yang punya penyakit paru kronik," ujarnya.
Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berlebihan di luar ruangan ketika konsentrasi abu meningkat.
Setelah kembali ke rumah, segera bersihkan diri dan cuci pakaian untuk mencegah sisa abu tetap menempel dan kembali terhirup.
Jika kondisi udara di luar sudah mengkhawatirkan, rumah sebaiknya ditutup rapat untuk membatasi masuknya abu vulkanik.
"Kalau kadar abu memang mengkawatirkan maka ada anjuran rumah ditutup dengan rapat supaya abu dari luar tidak masuk," tambahnya.
Bagi penderita penyakit kronis yang rutin mengonsumsi obat, Tjandra menyarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apakah diperlukan penyesuaian jenis, dosis, atau frekuensi pengobatan.
Masyarakat yang mulai mengalami keluhan kesehatan juga diminta tidak menunda pemeriksaan.
"Kalau ada keluhan kesehatan maka segeralah berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Artinya, pemerintah perlu menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah di akses dan memiliki fasiltas yang baik," tandasnya.