Iran Blokir Kawasan Teluk Baru Setelah Militer AS Hantam Tanker Minyak Kharg

Pebriansyah Ariefana

Senin, 07 September 2026 | 15:07 WIB
Iran Blokir Kawasan Teluk Baru Setelah Militer AS Hantam Tanker Minyak Kharg
Selat Hormuz
baca 10 detik
  • Iran bakal menerbitkan rute baru Selat Hormuz dan memblokir zona terbatas di perairan Teluk.

  • Saling gempur kapal tanker memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga menembus US$97 per barel.

  • Iran berjanji membalas keras setiap serangan AS sembari membenahi krisis ekonomi dan laju inflasi internal.

Suara.com - Pemerintah Iran bersiap merilis kawasan terbatas baru di wilayah Teluk beserta pemetaan rute pelayaran khusus yang membelah Selat Hormuz. Langkah ketat ini diambil sesaat setelah aksi saling gempur di jalur laut memicu lonjakan harga minyak dunia.

Langkah tegas Tehran menjadi sinyal perlawanan terbuka atas aksi militer dan sanksi ekonomi Amerika Serikat. Pembatasan lalu lintas kapal di koridor vital energi dunia ini diprediksi bakal memperkeruh eskalasi konflik regional.

Batas wilayah steril tersebut dirancang membentang tepat dari titik dimulainya blokade Amerika Serikat hingga meluas ke sekeliling perairan Teluk. Setiap armada kapal yang nekat melintas tanpa izin resmi dipastikan langsung masuk ke dalam daftar sanksi.

Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]
Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]

"Peta koridor internasional baru yang terletak di perairan Iran dan Oman serta di bawah pengelolaan Iran telah disepakati dan harus ditandatangani dalam beberapa hari mendatang," ujar Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei, pada wawancara TV pemerintah.

"Kami hanya akan berkomitmen pada dibukanya Selat Hormuz jika mereka (pihak Amerika) menghentikan sabotase, ancaman, dan serangan terhadap Iran," tegas Rezaei.

Rata-rata kapal komoditas yang sanggup melintasi Selat Hormuz merosot drastis hingga menyisa sekitar 10 kapal per hari. Situasi sulit ini mendorong harga minyak mentah Brent merangkak naik hingga menembus angka di atas US$97 per barel.

Eskalasi militer kembali membara usai Komando Pusat AS melancarkan tembakan yang merusak tiga kapal tanker minyak milik Iran. Penyerangan tersebut menyasar armada di luar Pulau Kharg sebagai pusat pengapalan minyak utama milik Tehran.

Aksi gempuran balik tersebut sengaja diluncurkan Washington usai kapal perang mereka diserang oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran. Ketegangan persenjataan ini menghancurkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang sempat dicapai pada Juni lalu.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa otoritas AS wajib menyadari pergeseran konstelasi peta konflik sebelum terlambat.

baca juga

"Mulai sekarang, setiap serangan terhadap kepentingan dan keamanan Iran akan mendapat respons yang lebih cepat, lebih berat, dan lebih menyakitkan," kata Qalibaf melalui saluran Telegram miliknya.

Di samping ajang pertempuran senjata, pemerintah Iran kini memfokuskan konsentrasi penuh pada sektor produksi dan pemulihan mata pencaharian warga. Tantangan berat berupa fluktuasi nilai tukar uang, tingkat pengangguran, hingga laju inflasi melonjak cukup tajam.

Menteri Ekonomi Iran, Ali Madanizadeh, menegaskan bahwa pemerintahannya memilih membalas tekanan Amerika Serikat lewat jalur reformasi struktural internal.

"Mengenai tekanan ekonomi dan isolasi, pemutusan hubungan keuangan, mereka berpikir dengan menekan ekonomi suatu negara, mereka dapat mengubah keputusan rakyatnya," kata Madanizadeh seperti dikutip media pemerintah.

"Saya harus memperjelas satu hal: Tanggung jawab untuk mereformasi ekonomi Iran berada di tangan pemerintah dan rakyatnya, bukan Departemen Keuangan AS," tambahnya.

Sebelum pecah krisis pertempuran, negara anggota OPEC ini biasa mengekspor hingga 90 persen minyak mentah secara langsung dari Pulau Kharg. Namun alur distribusi minyak terhenti total semenjak blokade Amerika Serikat mulai diberlakukan pada pertengahan April.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap Harga BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel

Siap-siap Harga BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:34 WIB

Stop Saling Serang: PBB Desak AS dan Iran Segera ke Jalur Diplomasi

Stop Saling Serang: PBB Desak AS dan Iran Segera ke Jalur Diplomasi

Video | Jum'at, 04 September 2026 | 16:55 WIB

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:51 WIB

Terkini

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:41 WIB

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

×