Jalan Sore Sambil Pukul Panci, Ibu-Ibu di Jogja: Stop MBG, Negara Jangan Budek

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 08 September 2026 | 19:29 WIB
Jalan Sore Sambil Pukul Panci, Ibu-Ibu di Jogja: Stop MBG, Negara Jangan Budek
Aksi bertajuk 'Jalan Sore Pukul Panci' digelar Suara Ibu Indonesia (SII) di Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Suara Ibu Indonesia bersama mahasiswa menggelar aksi pukul panci di Yogyakarta pada Selasa, 8 September 2026.
  • Massa mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis karena korban keracunan pelajar dan ibu hamil telah mencapai 43.000 jiwa.
  • Peserta aksi menuntut pemerintah mengalihkan anggaran program tersebut untuk menangani berbagai bencana alam di Indonesia.

Suara.com - Suara panci kembali menggema di jalanan Yogyakarta, Selasa (8/9/2026) sore. Aksi bertajuk 'Jalan Sore Pukul Panci' digelar Suara Ibu Indonesia (SII) Yogyakarta bersama mahasiswa dan warga untuk memperingati satu tahun aksi mereka menyoroti kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi dimulai dari Tugu Yogyakarta dan berakhir di Bundaran UGM. Massa sempat berhenti di sejumlah titik untuk menyampaikan tuntutan, termasuk di kawasan Jetis yang menjadi lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kalis Mardiasih dari Suara Ibu Indonesia Yogyakarta mengatakan aksi tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan keracunan MBG belum selesai setelah satu tahun berlalu.

Ia menyebut aksi pertama SII Yogyakarta digelar untuk merespons kejadian keracunan massal MBG di Bandung Barat dan sejumlah daerah lain yang saat itu berdampak pada hampir 6.000 pelajar.

"Tetapi setelah 1 tahun, di hari ini data dari JPPI korban keracunan massal MBG ini sudah mencapai 43.000 korban pelajar, anak-anak, dan juga ibu hamil," kata Kalis ditemui awak media, Selasa (8/9/2026).

Menurut Kalis, angka tersebut menunjukkan persoalan MBG bukan lagi sekadar kasus insidental. Rangkaian kejadian keracunan seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi desain dan pelaksanaan program tersebut.

"Ini adalah alarm bahwa negara ternyata tidak pernah berpihak kepada anak, negara ternyata tidak pernah mendengarkan kata-kata ilmuwan, negara ternyata tidak pernah mendengarkan keresahan orang tua, keresahan para ibu yang memberangkatkan anaknya ke sekolah dan kemudian anaknya pulang dalam kondisi tidak sehat, dalam kondisi keracunan dan mengganggu pembelajaran," tegasnya.

Desak MBG Dihentikan, Anggaran Dialihkan

Kalis mengatakan tuntutan dalam aksi kali ini masih sama dengan perjuangan mereka sejak setahun lalu. Massa mendesak penghentian MBG.

"Dan tuntutan kita juga masih sama: stop MBG! Rombak desain tata kelola yang sentralistik dan bernuansa militeristik dan tidak berpihak kepada anak," tegasnya.

baca juga

Sekaligus meminta pemerintah untuk menggeser anggaran MBG kepada penanganan berbagai bencana alam yang melanda.

"Kita tahu karena program-program yang dianggap lebih prioritas dan ternyata justru berdampak keracunan massal, justru mereka meregang nyawa karena tidak diurus oleh negara, karena ada pemangkasan besar-besaran atas anggaran penanganan bencana," ujarnya.

Aksi bertajuk 'Jalan Sore Pukul Panci' digelar Suara Ibu Indonesia (SII) di Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Hiskia]
Aksi bertajuk 'Jalan Sore Pukul Panci' digelar Suara Ibu Indonesia (SII) di Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Hiskia]

MBG Berdampak ke Pendidikan

Aksi tersebut turut diikuti mahasiswa. Kiera, salah seorang mahasiswi, mengatakan keterlibatannya berangkat dari kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak dan kondisi negara yang semakin bermasalah.

"Motivasi pertama saya karena saya perempuan, terus saya ngerasa bahwa saya akan menjadi seorang calon ibu dan saya enggak ingin anak saya ngerasain kebobrokannya negara yang sekarang dialami oleh rakyat," kata Kiera.

Ia mengaku melihat persoalan MBG tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi, tetapi juga dengan prioritas anggaran negara. Sebagai mahasiswa, ia merasakan dampak kebijakan anggaran melalui kenaikan biaya pendidikan dan pemangkasan sejumlah program beasiswa.

Kiera menyinggung perubahan kebijakan Beasiswa Unggulan yang semakin menyulitkan mahasiswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Ribuan Dapur Ditutup Buntut Keracunan, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Standar Higiene MBG?

Ribuan Dapur Ditutup Buntut Keracunan, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Standar Higiene MBG?

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:26 WIB

Makan Bergizi Gratis Rasa Uji Nyali: Anak-anak Bukan Objek Eksperimen!

Makan Bergizi Gratis Rasa Uji Nyali: Anak-anak Bukan Objek Eksperimen!

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 17:53 WIB

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Gempa Hybrid Capai 100 Kali

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Gempa Hybrid Capai 100 Kali

Foto | Selasa, 08 September 2026 | 16:18 WIB

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

Bantah Teori Konspirasi Asing di Balik Erupsi Gunung, Pakar UGM: Proses Alami

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:19 WIB

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Video | Selasa, 08 September 2026 | 14:22 WIB

Media Inggris Ungkap Data Sebenarnya Anak-anak Keracunan Program MBG Selama 3 Hari

Media Inggris Ungkap Data Sebenarnya Anak-anak Keracunan Program MBG Selama 3 Hari

Video | Selasa, 08 September 2026 | 10:00 WIB

1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara karena Belum Daftar SLHS

1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara karena Belum Daftar SLHS

News | Selasa, 08 September 2026 | 09:59 WIB

Persoalkan Dana Bencana yang Terjun Bebas, Koalisi MBG Watch Minta Kejelasan Perkara di MK

Persoalkan Dana Bencana yang Terjun Bebas, Koalisi MBG Watch Minta Kejelasan Perkara di MK

News | Senin, 07 September 2026 | 19:16 WIB

Kasus Keracunan Berulang, Komnas HAM Desak Program MBG Dihentikan Sementara

Kasus Keracunan Berulang, Komnas HAM Desak Program MBG Dihentikan Sementara

Video | Senin, 07 September 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

×